Setiap kali digelar, arena pacu selalu dipadati ratusan warga dari Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
Menurut panitia, alek nagari tersebut berlangsung empat kali pada Oktober, yakni Senin (6/10), Selasa (7/10), Senin (13/10), dan Selasa (14/10). Masyarakat dapat menonton secara gratis, hanya diminta memberikan sumbangan sukarela.
“Alek Nagari Batubalang itu bertujuan untuk menjaga dan merawat tradisi budaya pacu jawi di Luak Limopuluah,” ungkap Toni Sanjaya, Ketua Karang Taruna Nagari Batubalang, Senin (6/10).
Mewakili Ketua Panitia yang juga Kepala Jorong Boncah, Zambardi Dt Simulie Nan Panjang, Toni menegaskan bahwa penyelenggaraan pacu jawi merupakan hasil kerja sama antara Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Porbi), pemerintah nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan Badan Musyawarah (Bamus).
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari ramainya penonton yang hadir. Salah satunya, Febri Nugraha, pengurus Persatuan Homestay Limapuluh Kota (Perhomliko), sengaja datang ke Nagari Batubalang untuk menyaksikan jalannya pacu jawi.
Baca Juga: Capcom Rilis Monster Hunter Outlanders untuk Mobile, Hadir dengan Dunia Baru Aesoland
“Selain menyaksikan pacu jawi, saya juga bisa menikmati kuliner khas di sini. Kegiatan ini positif, bisa membuka lapangan kerja dan menggeliatkan potensi ekonomi UMKM,” ujar Febri saat ditemui di kedai Wisata Kopi milik anak nagari.
Febri juga memberi masukan agar kegiatan tersebut masuk dalam agenda wisata daerah. “Jika ini merupakan event tahunan yang dilaksanakan selama sebulan, maka kami Perhomliko siap bekerja sama dengan panitia. Misalnya kalender kegiatan diberikan kepada Perhomliko, nanti kita bawa tamu untuk menyaksikan pacu jawi ini,” tambahnya.
Panitia berharap tradisi pacu jawi yang menjadi kebanggaan masyarakat Luak Limopuluah dapat terus terjaga. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi magnet wisata dan penggerak ekonomi lokal. (cc3)
Editor : Hendra Efison