Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Museum Adityawarman Jadi Pilihan Wisata Edukatif Warga Padang di Akhir Pekan

Novitri Selvia • Selasa, 27 Januari 2026 | 20:17 WIB
IKONIK: Tampak depan Museum Adityawarman di Kota Padang, satu-satunya museum umum di Sumatera Barat.  (Dok. Pribadi)
IKONIK: Tampak depan Museum Adityawarman di Kota Padang, satu-satunya museum umum di Sumatera Barat. (Dok. Pribadi)

PADEK. JAWA POS. COM-Mengisi waktu luang di akhir pekan, masyarakat Kota Padang memiliki beragam pilihan destinasi wisata yang dapat dikunjungi, mulai dari wisata alam hingga wisata edukatif.

Salah satu destinasi yang kerap menjadi pilihan adalah Museum Adityawarman, museum kebudayaan yang berada di pusat Kota Padang.

Museum Adityawarman tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai tempat rekreasi yang memberikan pengalaman belajar bagi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan umum.

Lokasinya yang strategis di pusat kota menjadikan museum ini mudah diakses dan kerap dikunjungi saat akhir pekan maupun hari libur.

Museum Adityawarman tidak hanya menyuguhkan koleksi sejarah dan budaya Minangkabau, tetapi juga menghadirkan beragam inovasi yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih menarik dan tidak membosankan.

Mulai dari pameran yang terus diperbarui serta penyajian informasi yang dikemas secara dinamis, sehingga menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang berbeda dari museum pada umumnya.

Terdapat dua penyelenggaraan pameran, mulai dari pameran tetap yang diperbarui setiap tiga hingga lima tahun sekali dan pameran temporer yang digelar setiap tahun dengan tema yang berbeda.

Tema pameran tersebut ditentukan melalui proses kajian dan musyawarah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman serta minat pengunjung.

Berdasarkan informasi dari salah seorang pemandu Museum Adityawarman, ia mengungkapkan, “Pameran kami dirancang agar pengunjung tidak bosan. Setiap tahun selalu ada cerita baru yang ditawarkan.”

Museum Adityawarman dibangun pada tahun 1974–1975 dan diresmikan pada 16 Maret 1977 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Prof. Syarief Thayib.

Hingga kini, museum tersebut menjadi satu-satunya museum umum di Provinsi Sumatera Barat dan terus berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan serta diminati wisatawan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah pameran temporer yang ditampilkan, seperti pameran keramik, pameran rendang, serta pameran naskah kuno berskala regional.

Keberadaan berbagai pameran dan inovasi tersebut turut berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data pengelola, Museum Adityawarman mencatat sebanyak 37.521 kunjungan selama semester pertama tahun 2025, yakni pada periode Januari hingga Juni.

Sementara itu, sepanjang tahun 2024 jumlah kunjungan mencapai sekitar 77.000 orang.

Pengunjung Museum Adityawarman tidak hanya berasal dari Kota Padang dan wilayah Sumatera Barat, tetapi juga dari luar daerah hingga wisatawan mancanegara.

Dengan konsep wisata edukatif yang terus dikembangkan, Museum Adityawarman diharapkan tetap menjadi destinasi unggulan bagi masyarakat yang ingin berwisata sambil menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya Minangkabau.(Divia Kulsum Lestari, Muhammad Raihan Adli, Nabila Putri, Rohimul Amin, Frina Rahmadani: Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Perintis Indonesia) 

Editor : Novitri Selvia
#wisata edukatif #museum adityawarman padang #pameran