Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Opera Batak Tona Sian Huta Perkuat Pariwisata Danau Toba dan UMKM Lokal

Heri Sugiarto • Senin, 13 Juli 2026 | 12:10 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menghadiri Opera Batak Tona Sian Huta di Tapanuli Utara.(Foto: Humas)
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menghadiri Opera Batak Tona Sian Huta di Tapanuli Utara.(Foto: Humas)

 PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi pengembangan pariwisata, pelestarian budaya Batak, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM melalui pagelaran Opera dan Konser Musik "Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia" di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (11/7/2026).

Pagelaran tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga selaku Ketua Dewan Penasehat pagelaran, serta dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana mengatakan kolaborasi lintas sektor itu menunjukkan pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

"Kementerian UMKM berkolaborasi menghadirkan kekayaan budaya Batak yang berpadu dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pagelaran opera," ujar Reghi.

Opera Batak yang dipentaskan mengangkat perjalanan sejarah dan peradaban masyarakat Batak, mulai dari kisah asal usul Danau Toba, perjuangan Sisingamangaraja XII melawan penjajah, kiprah Ludwig Ingwer Nommensen dalam penyebaran agama Kristen dan pembangunan pendidikan, hingga dinamika kehidupan masyarakat Batak masa kini.

Menurut Reghi, pagelaran tersebut tidak hanya menyajikan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk unggulan UMKM di kawasan Danau Toba. Melalui eksibisi dan pasar kreatif, berbagai produk lokal seperti ulos, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga komoditas unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.

"Gagasan menghidupkan kembali pertunjukan Opera Batak merupakan hal yang luar biasa. Apalagi kegiatan ini dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM," katanya.

Pagelaran yang diselenggarakan Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian UMKM sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Reghi menegaskan kolaborasi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM merupakan strategi yang saling menguatkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ketika destinasi seperti Danau Toba menghadirkan pagelaran seni dan budaya yang berkualitas, kunjungan wisata akan meningkat, ekonomi kreatif bergerak, dan UMKM memperoleh peluang yang lebih besar untuk memasarkan produknya," ujarnya.

Ia menambahkan, Opera Batak yang dipadukan dengan konser musik menjadi media untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Nusantara kepada generasi muda maupun wisatawan. Dengan pendekatan tersebut, kekayaan alam dan budaya Batak tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai Opera Batak memiliki nilai budaya dan pesan moral yang kuat bagi masyarakat.

Ia optimistis pagelaran "Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia" menjadi momentum kebangkitan Opera Batak sekaligus mendorong pembangunan ekonomi kawasan Danau Toba melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan kreativitas masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing pelaku UMKM sehingga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba.

"Opera Batak harus terus dilestarikan. Melalui penyelenggaraan acara ini, saya berharap Opera Batak bangkit kembali dan dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun," katanya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Opera Batak pariwisata Danau Toba UMKM Danau Toba danau toba kementerian umkm