Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Depi Pahrizi Korban Terkaman Buaya di Pasaman Barat Ditemukan Tewas 200 Meter dari LKP

Randi Zulfahli • Rabu, 14 Mei 2025 | 13:11 WIB

Warga Pasaman Barat, Depi Pahrizi, ditemukan tewas dan dievakuasi, Rabu (14/5/2025) setelah diterkam buaya di kanal PT BPP Bakrie. (Kantor SAR Kelas A Padang)
Warga Pasaman Barat, Depi Pahrizi, ditemukan tewas dan dievakuasi, Rabu (14/5/2025) setelah diterkam buaya di kanal PT BPP Bakrie. (Kantor SAR Kelas A Padang)
PADEK.JAWAPOS.COM–Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Depi Pahrizi (45), warga Jl. Sumba Nagari Taluk Ambun, Kabupaten Pasaman Barat, dalam kondisi meninggal dunia.

Pria tersebut sebelumnya dilaporkan diterkam buaya saat menyeberangi kanal di area PT BPP Bakrie, Kecamatan Koto Balingka, pada Senin (13/5/2025) siang.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, dalam laporan tertulisnya pada Rabu (14/5/2025), menjelaskan bahwa operasi pencarian yang memasuki hari kedua membuahkan hasil.

Korban ditemukan sekitar pukul 11.47 WIB, hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian awal (LKP) di koordinat 0°11'23.18"U - 99°28'48.20"T.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di sepanjang kanal," ujar Hendri.

Pencarian melibatkan tiga tim yang bergerak secara terkoordinasi. Tim pertama menyisir area perairan menggunakan perahu karet (LCR) dan perahu masyarakat, tim kedua melakukan penyisiran darat sejauh 3,9 kilometer di sepanjang kanal, dan tim ketiga melakukan pemantauan udara menggunakan drone.

Informasi mengenai kejadian tragis ini pertama kali diterima Kantor SAR Kelas A Padang dari Amar Cendana, seorang warga Sekna Koto Sawah, pada Selasa (13/5/2025) pukul 12.50 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Mukri (43), rekan korban yang saat kejadian bersama Depi Pahrizi, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat menyeberangi kanal, tiba-tiba seekor buaya menyerang dan menerkam korban. Mukri sempat berupaya menarik tangan korban untuk menyelamatkannya, namun usahanya sia-sia. Warga sekitar juga telah melakukan pencarian sesaat setelah kejadian, namun korban tidak berhasil ditemukan.

"Setelah ditemukan, jenazah Depi Pahrizi segera dievakuasi ke Puskesmas Ujung Gading untuk penanganan lebih lanjut," jelas Hendri.

Proses penemuan korban dilakukan dengan metode penyisiran sungai menggunakan LCR yang dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air, Aqua Eye.

Usai proses evakuasi dan pendataan, pada pukul 12.35 WIB dilakukan debriefing yang dihadiri oleh seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR. Hendri menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk Pos SAR Pasaman, BPBD Pasaman Barat, Polsek Lembah Malintang, Koramil Ujung Gading, Local Hero Rescue, dan masyarakat setempat.

"Mengingat korban telah ditemukan, Kantor SAR Kelas A Padang mengusulkan penutupan operasi SAR ini," pungkasnya.

Operasi SAR hari kedua ini melibatkan berbagai unsur dengan total personel sebanyak 81 orang, didukung dengan sejumlah peralatan seperti Rescue Car Double Cabin, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, Aqua Eye, dan drone.(*)

Editor : Hendra Efison
#Ditemukan Tewas 200 Meter dari LKP #Area BPP Bakrie Pasaman Barat #Korban Terkaman Buaya