Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 110 kilometer barat daya Pasaman Barat dengan kedalaman 18 kilometer. Lokasi episenter tercatat pada koordinat 0,41 Lintang Selatan (LS) dan 98,98 Bujur Timur (BT).
Meski getaran dirasakan cukup kuat oleh sebagian warga, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami,” demikian pernyataan resmi BMKG yang dirilis melalui kanal informasi resminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Aparat pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak di wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat dan sekitarnya.
Wilayah Rawan Gempa
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tinggi karena berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Wilayah Sumatera Barat termasuk daerah rawan gempa karena berada di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang kerap memicu aktivitas tektonik.
Kondisi geografis tersebut menyebabkan gempa bumi relatif sering terjadi, baik yang berpusat di darat maupun di laut lepas pantai barat Sumatera.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat di Pasaman Barat dan wilayah sekitar diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta memahami langkah mitigasi dasar, seperti:
- Menjauhi bangunan tinggi dan tiang listrik saat gempa terjadi
- Mencari tempat terbuka yang aman
- Melindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan terus meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat guna meminimalkan risiko saat terjadi bencana.
Hingga saat ini, situasi di Pasaman Barat dilaporkan dalam kondisi kondusif dan terus dipantau oleh pihak berwenang. (cr8)
Editor : Adetio Purtama