PADEK.JAWAPOS.COM — Harga cabai merah di Pasar Padang Tujuh, Kabupaten Pasaman Barat, mencapai Rp90 ribu per kilogram pada Senin (19/10/2026). Harga tersebut naik Rp10 ribu dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp80 ribu per kilogram.
Pedagang cabai di pasar tersebut mengatakan kenaikan harga berlangsung dalam tiga minggu terakhir.
Mereka menyebut pasokan yang tidak menentu membuat ketersediaan cabai untuk dijual terbatas.
Yulima (55), salah seorang pedagang, mengatakan pasokan cabai yang masuk tidak selalu tersedia setiap hari. Karena itu, cabai yang diperolehnya langsung dijual kepada pembeli tanpa disimpan sebagai stok.
“Pasaran lado gak menentu. Kami dapat hari ini, jual hari ini,” ujar Yulima.
Ia menjelaskan, cabai yang dijualnya berasal dari kampung-kampung. Yulima mengaku belum bisa memperkirakan apakah harga cabai merah akan kembali naik atau turun dalam beberapa hari ke depan karena pasokan masih tidak menentu.
Harga Cabai Berbeda Berdasarkan Asal
Pedagang lainnya, Ucok Arahap (75), mengatakan harga pembelian cabai berbeda berdasarkan asal pasokan. Perbedaan harga modal tersebut turut memengaruhi harga jual kepada konsumen.
“Kalau cabai kampung, kami beli Rp80 ribu ke bawah, dijual Rp90 ribu per kilogram. Kalau cabai dari Medan, belinya Rp75 ribu,” kata Ucok.
Ucok juga tidak menyimpan cabai sebagai persediaan untuk hari berikutnya. Cabai yang masuk langsung dijual agar jumlah dagangan menyesuaikan pasokan yang diterima.
Dalam sehari, penjualan cabai merah di tempat Ucok diperkirakan mencapai 40 kilogram.
Jumlah tersebut menggambarkan kebutuhan pasokan yang harus dipenuhi untuk melayani pembeli setiap hari.
Pedagang Belum Bisa Memastikan Harga
Yulima dan Ucok mengaku belum dapat memastikan perkembangan harga cabai merah dalam waktu dekat.
Keduanya masih bergantung pada pasokan yang masuk untuk menentukan harga jual.
Harga cabai merah sebesar Rp90 ribu per kilogram menjadi harga jual yang diterapkan pedagang di Pasar Padang Tujuh saat ini.
Ketidakpastian pasokan membuat pedagang belum bisa memastikan perubahan harga dalam beberapa hari mendatang.(*)
Editor : Hendra Efison