Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Logistik Cadangan Disiapkan Saat Ramadhan, Huntara Korban Gempa Dibangun

Novitri Selvia • Senin, 21 Maret 2022 | 15:06 WIB
PERLU DITANGGAPI: Bupati Pasaman Benny Utama saat bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan memaparkan kebutuhan korban gempa di Kabupaten Pasaman.(IST)
PERLU DITANGGAPI: Bupati Pasaman Benny Utama saat bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan memaparkan kebutuhan korban gempa di Kabupaten Pasaman.(IST)
pasca berakhirnya masa tanggap darurat Kamis (10/3), Pemkab Pasaman menetapkan tahap transisi darurat menuju pemulihan, dalam penanganan korban gempa bumi di daerah itu. Hunian sementara (huntara) juga sudah mulai dibangun Pemkab Pasaman.

Sementara itu di fase tersebut, para pengungsi yang mencapai 3000 jiwa di Kenagarian Malampah, Kecamatan Tigonagari diimbau untuk kembali ke lokasi rumah masing-masing dan meninggalkan tenda-tenda pengungsian.

“Kita khawatir jika terlalu lama hidup di pengungsian, akan muncul masalah baru berupa penyakit, seperti flu, malaria, ISPA serta penyakit kulit dan lainnya,” kata Bupati Pasaman, H. Benny Utama.

Bagi masyarakat korban gempa yang rumahnya hancur, rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi, untuk sementara waktu dibangunkan hunian sementara, yang jumlahnya mencapai 500 unit untuk 500 KK.

Di Pasaman sendiri, selain dibangun dengan model huntara standar, juga dikembangkan pola swadaya perbantuan, dengan memanfaatkan material bangunan rumah rusak berat, seperti seng, kayu, jendela, pintu dan lainnya.

“Kita tinggal membantu pembelian semen dan pasir untuk lantai, serta triplek/gypsum untuk dinding, juga upah. Dan diupayakan sumur air atau kamar mandi rumahnya yang rusak, bisa dipakai kembali,” terang Bupati Benny.

Saat ini huntara di Kampung Aur, Jorong Siparayo, Nagari Malampah sudah mulai dibangun. Sebagian sudah selesai, dan sebagian lainnya tengah dikerjakan. “Kita targetkan memasuki bulan suci Ramadhan, tidak ada lagi masyarakat korban gempa yang tinggal di pengungsian,” katanya.

Untuk stok pangan bagi pengungsi, saat ini masih tersedia di posko dan gudang penyimpanan logistik. “Alhamdulillah, bantuan dan sumbangan donatur masih datang hingga sekarang, dan kita juga siapkan dana cadangan, jika nanti stok pangan dan bantuan sudah habis,” ungkapnya.

Bupati berharap, warga di daerah terdampak gempa bisa beraktivitas normal kembali untuk menjalankan usaha dan pekerjaan mereka sehari-hari.

Jusuf Kalla Bantu Korban Gempa

Sementara itu, saat kunjungan mantan Wapres yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla ke Sumbar, Bupati Pasaman H. Benny Utama memapaparkan kondisi terakhir daerahnya yang terdampak gempa bumi.

Benny juga merincikan kebutuhan mendesak masa pemulihan pascabencana di Kabupaten Pasaman. “Saat ini tengah diupayakan hunian sementara bagi para pengungsi yang rumahnya rusak berat dan hancur,” kata Bupati Benny kepada JK, Sabtu (19/3) di Padang.

Dijelaskan, ada kekhawatiran jika para pengungsi terlalu lama di tenda-tenda pengungsian akan membuat mereka tidak nyaman, dan risiko penyakit juga mengancam, apalagi bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan segera tiba.

“Kepada Bapak Jusuf Kalla dan PMI Pusat, kami bermohon untuk membantu mengupayakan pembangunan huntara bagi 500-an keluarga pengungsi di Pasaman,” harap Benny.

Turut dilaporkan, di Pasaman sekarang tengah dikembangkan pola swadaya perbantuan, dengan memanfaatkan bangunan rumah masyarakat yang sudah roboh.

“Melalui pola ini, masyarakat dapat memanfaatkan material bangunan rumahnya yang rubuh, seperti seng, jendela dan pintu, kita tinggal membantu pembelian pasir dan semen untuk lantai, serta paku juga upah. Diharapkan sumur dan kamar mandi yang ada di rumah yang hancur tersebut, bisa dimanfaatkan kembali,” terang Bupati Benny Utama.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla dalam arahannya mengatakan, PMI bersama pemerintah dan pihak-pihak lainnya akan berusaha memenuhi kebutuhan para pengungsi. Dan dimanapun kejadian bencana, kebutuhan paling pokok adalah air bersih.

“Saat ini PMI membantu satu unit mobil tangki air untuk daerah terdampak bencana gempa bumi Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat,” ujar mantan Wakil Presiden dua periode ini.

Diceritakan, masih syukur gempa di Pasaman terjadi siang hari, kalau malam akan lebih berbahaya lagi. Dan musibah gempa lebih berbahaya di Jawa, karena atap rumahnya dari genteng.

Bantuan Kapolri Disalurkan
Di sisi lain, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit

Prabowo salurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat.
Bantuan dari Kapolri tersebut disalurkan melalui Polres Pasaman Barat yang diserahkan secara langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto Sabtu (19/3).

Kapolres mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan wujud kepedulian dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk para korban yang terdampak gempa bumi di Pasaman Barat.

Penyaluran bantuan dipusatkan di lima titik lokasi, yaitu masing-masing di lokasi Posko Pelita 1 Bateh Pulai Jorong Pinaga, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Sungai Abuak, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Jorong Padang Tujuh, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Jorong Pasa Lamo Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat.

“Adapun jenis bantuan dari Bapak Kapolri berupa, beras 5 kg sebanyak 300 paket, gula 1 kg sebanyak 3000 paket, minyak 1 liter sebanyak 300 paket dan mie Instan sebanyak 1.200 bungkus,” ujar Kapolres.

Ditambahkan, dalam pendistribusian bantuan dari Kapolri tersebut, Polres Pasaman Barat juga berkolaborasi bersama Pengurus HMI Cabang Pasaman Barat. “Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” katanya. (wni/roy) Editor : Novitri Selvia
#huntara #logistik cadangan #pemkab pasaman #pasaman #ramadhan #Korban Gempa Pasbar