PADEK.JAWAPOS.COM-Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Welly Suhery-Parulian Dalimunte unggul telak dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pasaman.
Hal ini berdasarkan hitung cepat dari C1 yang dikumpulkan oleh para saksi paslon nomor urut 1 ini di 605 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 12 kecamatan yang ada.
Berdasarkan data di posko pemenangan Welly-Parulian, total suara yang diperoleh pasangan ini berjumlah 61.603 (43,46 persen). Sementara untuk pasangan Maraondak-Desrizal berjumlah 50.009 (35,28 persen) dan untuk Sabar AS-Sukardi berjumlah 30134 (21,26 persen).
Dari data yang sudah dipastikan di posko pemenangan, Welly Suhery-Parulian unggul di 9 kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Pasaman. Perolehan hitungan itu membuat ratusan dan simpatisan serta relawan yang memadati posko pemenangan menangis terharu.
“Ini kemenangan yang tertunda. Kini kami jemput kembali,” ujar Toma salah satu simpatisan.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada Sumbar Partai PKB Donizar mengatakan, perolehan ini adalah membersihkan kemenangan sebelumnya. “Ini menbuktikan bahwa suara rakyat adalah untuk Pasaman Bangkit,” ujarnya.
Welly Suhery mengapresiasi perolehan ini. Ia mengajak relawan dan tim tidak terlalu larut dalam euforia sebelum keluarnya penetapan KPU. “Mari kita jaga suasana agar tetap kondusif,” pungkasnya.
Satu TPS
Pemungutan Ulang
PSU Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi, selesai dilaksanakan, Sabtu (19/4). Komisioner KPU Pasaman Yansuardi mengatakan, dari data yang dikumpulkan pihaknya, partisipasi pemilih mencapai 63,5 persen.
Menurutnya untuk setingkat PSU, pelaksanaan PSU telah sukses dilaksanakan. Pada Pilkada sebelumnya partisipasi pemilih memcapai 66 persen dan hanya terjadi sedikit penurunan.
“Partisipasi pemilih di PSU ini kita hitung berdasarkan suara sah. Belum termasuk hitungan suara tidak sah,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan PSU tidak ada kejadian khusus atau kendala lainnya yang dapat menghambat pelaksaan PSU itu sendiri. “PSU ini berjalan lancar, tidak ada kendala yang sangat mencolok,” tutur Yansuardi.
Saat ini pihaknya masih melakukan rekap dan pleno di tingkat kecamatan. Setelah selesai akan dilanjutkan ke tingkat pleno kabupaten.
Yansuardi menambahkan, pihaknya juga menyebut terjadi kemungkinan pemungutan ulang di TPS 02, Kecamatan Panti. Penyebabnya karena terjadi kesalahan data pemilih.
“Kami masih mengumpulkan data. Satu TPS ini berkemungkinan dilakukan pemungutan ulang,” ujarnya.
Pj Bupati Pasaman Apresiasi
Sementara itu, keberhasilan PSU di Pasaman menjadi salah satu indikator kemajuan pelaksanaan demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Kesuksesan pelaksanaan PSU ini tidak terlepas dari peran seluruh elemen terkait, mulai dari KPU, Bawaslu, TNI, Polri, petugas TPS, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Hal itu dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Pasaman Edi Dharma yang mengakhiri masa jabatan Sabtu (19/4). Di akhir masa jabatannya, saat berpamitan dengan seluruh kepala OPD di Rumah Dinas Bupati Pasaman, Minggu (20/4), Edi menyampaikan pesan kepada seluruh pihak untuk mendukung siapa pun yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman.
“Mari kita dukung dan beri support sebaik-baiknya kepada pemimpin yang terpilih, karena ini adalah hasil dari proses demokrasi,” ujar Edi Dharma kepada awak media.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Pasaman, para kepala OPD, dan khususnya Forkopimda yang telah membantu dan bekerja sama selama ia menjabat sebagai Pj Bupati Pasaman.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Kabupaten Pasaman Teguh Suprianto menyampaikan apresiasi atas dedikasi Edi Dharma selama menjabat.
“Hari ini kita secara resmi melepas Pak Edi Dharma untuk kembali bertugas di Pemprov Sumbar. Meski hanya bertugas selama satu minggu, beliau telah memberikan banyak kontribusi, terutama dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama pelaksanaan PSU,” ungkap Teguh.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Dekati Rekor Tertinggi, Didorong Ketegangan Perang Dagang AS
Ia menambahkan bahwa koordinasi yang dijalankan Edi Dharma bersama penyelenggara PSU—KPU dan Bawaslu—serta pihak keamanan dari TNI dan Polri, telah berhasil memastikan PSU berlangsung aman dan tertib.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memantau langsung jalannya PSU tersebut. Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan petugas pengamanan, penyelenggara pemilu, serta masyarakat setempat.
Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa komitmen Polda Sumbar untuk menjamin netralitas serta menjaga stabilitas kamtibmas selama proses PSU berlangsung.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan aman dan nyaman,” sebutnya.
Gatot juga mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, KPU, Bawaslu, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan PSU di wilayah tersebut. (wni/rid)
Editor : Novitri Selvia