Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Aksi Damai Berubah jadi Dialog Terbuka, Forkopimda Pasaman Duduk Bersama Mahasiswa

Willian. • Selasa, 9 September 2025 | 14:45 WIB

PROGRAM 100 HARI: Bupati Pasaman, Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian Dalimunte, Sekkab Yudesri saat meresmikan layanan internet untuk daerah 3T secara hybrid dari ruang rapat bupati Kamis (4/9).
PROGRAM 100 HARI: Bupati Pasaman, Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian Dalimunte, Sekkab Yudesri saat meresmikan layanan internet untuk daerah 3T secara hybrid dari ruang rapat bupati Kamis (4/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat, terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pasaman, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Pasaman, Senin sore (8/9).

Mereka membawa sederet tuntutan strategis ke DPRD Pasaman untuk diteruskan ke DPR RI dan Pemerintah Pusat.

Tuntutan utama mahasiswa meliputi desakan kepada DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, menolak kenaikan tunjangan anggota DPR RI, serta mendesak dilakukannya reformasi total terhadap lembaga legislatif agar lebih akuntabel, transparan, dan responsif terhadap kepentingan rakyat.

Selain itu, mahasiswa juga menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) sebelum dilakukan peninjauan ulang terhadap pasal-pasal yang dinilai bermasalah.

“Pemerintah harus berani berubah. Kapolri harus mundur, reformasi Polri harus dilakukan. Pendidikan dan kesehatan jangan pernah dijadikan korban efisiensi. Itu hak rakyat!” tegas Ketua DPC GMNI Pasaman, Andan Hasayangan Hasibuan, didampingi Ketua HMI Cabang Pasaman, Lelti Saputri Yeni.

Seruan itu disambut riuh tepuk tangan dari peserta aksi yang hadir. Di luar dugaan, seluruh unsur pimpinan daerah hadir langsung dan tidak sekadar memantau dari kejauhan. Forkopimda duduk bersama mahasiswa sehingga aksi beerubah menjadi dialog terbuka.

Tampak menemui mahasiswa Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian Dalimunte, Ketua DPRD, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Dandim 0305, Ketua Pengadilan Negeri Lubuksikaping, dan seluruh anggota DPRD Pasaman turun ke lokasi.

Mereka memilih duduk bersila di tengah-tengah mahasiswa, menciptakan suasana yang berubah total dari orasi menjadi forum dialog terbuka.

“Saya bangga pada adik mahasiswa semua, aktivis muda yang menyuarakan aspirasi dengan cara damai dan intelektual. Hari ini, Pasaman menunjukkan wajah demokrasi yang matang. Mari kita rawat kebersamaan ini,” ujar Bupati Welly Suhery.

Sementara itu, Merespons tuntutan yang disampaikan mahasiswa, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Afandi menegaskan bahwa lembaganya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut secara formal.

“Kami akan menjadi jembatan rakyat. Seluruh tuntutan ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan teruskan ke tingkat pusat,” ujarnya di hadapan massa.

Aksi tersebut berlangsung damai hingga sore hari tanpa insiden. Tidak ada kericuhan maupun gesekan antara peserta aksi dan aparat. (wni)

Editor : Novitri Selvia
#DPRD Pasaman #Demo Mahaiswa #Welly Suhery #gmni #hmi