PADEK.JAWAPOS.COM-Seorang pelajar SMP swasta di Kota Payakumbuh berhasil diselamatkan oleh warga setelah terlibat perkelahian dengan beberapa siswa SMP Negeri di Jorong Padang Panjang, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (7/11) siang.
Ari, salah seorang tokoh muda di Jorong Padangpanjang, menceritakan kejadian tersebut.
“Tadi, beberapa siswa SMP Negeri mengendarai sepeda motor mengejar seorang pelajar yang diduga berasal dari salah satu SMP swasta. Saat itu, sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke dalam parit di sisi jalan. Beruntung, warga yang menyaksikan langsung bergerak cepat dan berhasil melerai situasi sebelum semakin buruk,” katanya.
Warga setempat yang menyaksikan perkelahian tersebut langsung mengambil tindakan sigap untuk mencegah eskalasi.
“Perkelahian nyaris terjadi dengan brutal karena ada yang membawa potongan kayu dan bambu. Beruntung kejadian ini terjadi dekat pemukiman, jadi bisa segera dilerai. Kalau kejadian ini terjadi di tempat yang sepi, bisa saja ada korban,” ujar Mon dan Feri, warga Jorong Padangpanjang lainnya.
Masyarakat setempat berharap agar pihak sekolah lebih memperketat pengawasan terhadap siswa-siswinya, terutama untuk mencegah terjadinya perkelahian antar pelajar.
Mereka juga meminta agar pengawasan melibatkan aparat kepolisian guna menghindari kemungkinan “tawuran” yang dapat berujung pada korban jiwa.
Kepala SMP swasta yang terlibat dalam kejadian tersebut mengonfirmasi adanya perselisihan antara pelajar yang sudah terjadi sejak Rabu (6/11).
“Kami sudah melakukan upaya penyelesaian dan memanggil orang tua siswa. Namun, kejadian serupa kembali terjadi hari ini. Kami telah berkoordinasi dengan pihak sekolah yang lain untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Payakumbuh, Dasril, mengonfirmasi bahwa perkelahian antar pelajar tersebut memang terjadi akibat kesalahpahaman.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh telah berkoordinasi dengan kedua sekolah untuk mencari solusi dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami telah meminta kedua sekolah untuk berkoordinasi dan menyusun langkah-langkah preventif. Kami berharap kejadian ini bisa segera diselesaikan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kadisdik Dasril saat dikonfirmasi, Rabu sore. (fdl)
Editor : Novitri Selvia