Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SPBU Parik Tutup Pasca Kebakaran, Warga Mengeluh

Syamsu Ridwan • Kamis, 27 Maret 2025 | 19:00 WIB

BERDAMPAK: SPBU Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, yang terbakar pada Minggu (23/3) sampai saat ini masih belum beroperasi.(SY RIDWAN/PADEK)
BERDAMPAK: SPBU Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, yang terbakar pada Minggu (23/3) sampai saat ini masih belum beroperasi.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Dampak pasca kebakaran truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, pada Minggu (23/3) dinihari lalu, masih dirasakan oleh masyarakat. 

SPBU dengan nomor registrasi 14.262.573 tersebut terhenti operasionalnya, menyebabkan keluhan dari berbagai kalangan, terutama pengendara roda dua, roda empat, hingga angkutan barang yang melintas di jalan provinsi tersebut.

Ketiadaan pasokan BBM di SPBU yang biasanya ramai ini memaksa para pengguna jalan untuk mencari alternatif pengisian bahan bakar di lokasi lain.

Namun, kondisi ini tidak jarang menimbulkan antrean panjang dan jarak tempuh yang lebih jauh, menambah beban masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas.

Agung (31), seorang pengendara roda dua yang ditemui pada Rabu (26/3) mengungkapkan kekecewaannya atas penutupan SPBU yang sudah berlangsung selama empat hari terakhir. 

“Tentu kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Kenapa penutupan SPBU harus berlarut-larut? BBM ini kebutuhan pokok kami, apalagi saya hampir setiap hari menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas. Kalau harus mengisi di SPBU lain, selain antreannya panjang, lokasinya juga jauh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agung berharap agar pihak-pihak terkait segera menemukan solusi agar SPBU Parik dapat kembali beroperasi.

“Jangan sampai persoalan terbakarnya SPBU ini terus merugikan masyarakat sebagai konsumen. Apalagi ini sudah dekat Lebaran, kebutuhan masyarakat pasti meningkat,” jelasnya,

Ia berharap kepada pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar SPBU Parik dapat kembali beroperasi dan memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya, terutama menjelang perayaan Idul Fitri yang semakin dekat.

Sementara itu pantauan di lokasi SPBU pada Rabu siang menunjukkan aktivitas yang terhenti total. Rantai besi terpasang membentang di area pintu masuk dan keluar SPBU.

Sebuah spanduk berukuran cukup besar dengan tulisan “Mohon Maaf SPBU Tidak Bisa Operasional Sementara” terpasang tak jauh dari rantai tersebut, menginformasikan kepada masyarakat mengenai kondisi SPBU.

Haji Anas, pemilik SPBU Parik, saat dikonfirmasi membenarkan penutupan sementara operasional SPBU miliknya pasca insiden kebakaran. Ia mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat terkait kondisi ini.

“Untuk sementara waktu memang SPBU ini tutup karena pasca kebakaran beberapa hari lalu. Untuk kapan bisa beroperasi kembali, kami masih menunggu instruksi (Pertamina) lebih lanjut,” jelas Haji Anas.

Ia juga menanggapi berbagai pertanyaan dan anggapan negatif dari masyarakat terkait penutupan SPBU. “Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, bahkan ada yang menuding kami menimbun BBM. 

Tapi setelah kami jelaskan situasinya, alhamdulillah masyarakat bisa memahami. Kami berharap SPBU ini bisa segera beroperasi kembali untuk melayani kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Haji Anas menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat mobil tangki BBM hendak melakukan pembongkaran. “Kejadiannya saat pembongkaran BBM. Diduga ada korsleting listrik yang menyambar uap BBM saat proses pengisian,” terangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebuah mobil tangki BBM terbakar di area SPBU Parik pada Minggu (23/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Kepala Seksi Operasi (Kasiop) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh, Eci, membenarkan kejadian tersebut. 

“Benar, telah terjadi kebakaran di SPBU Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara. Satu unit truk tangki BBM terbakar dalam kejadian tersebut,” ungkap Eci saat dihubungi.

Untuk memadamkan kobaran api, petugas pemadam kebakaran dari Kota Payakumbuh dibantu oleh unit Damkar dari Kabupaten Limapuluh Kota dikerahkan ke lokasi kejadian. 

Diharapkan, pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar SPBU Parik dapat kembali beroperasi dan memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya, terutama menjelang perayaan Idul Fitri yang semakin dekat. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Damkar Payakumbuh #spbu tutup #SPBU Parik #spbu kebakaran