Adetio Purtama, Payakumbuh—
Komunitas Paliko Runners ini didirikan oleh tiga orang founder, yakni Chomala Vany, Riki Ade Saputra, dan Melati Rosanda. Ketiganya sama-sama berasal dari komunitas lari, hingga akhirnya sepakat untuk membentuk wadah baru yang lebih luas, bukan hanya untuk pelari di Kota Payakumbuh, tetapi juga Kabupaten Limapuluh Kota. Dari sinilah lahir nama Paliko Runners, singkatan dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
“Kami melihat banyak potensi pelari yang sebenarnya bisa berkembang lebih jauh, tetapi belum punya wadah yang cukup. Makanya kami dirikan Paliko Runners sebagai tempat sharing hal-hal positif dan memajukan pelari daerah,” ungkap Chomala Vany kepada Padang Ekspres.
Perjalanan dari 3 Orang Founder hingga 78 Anggota
Wanita yang akrab disapa Vany itu menceritakan, saat baru berdiri, Paliko Runners hanya beranggotakan tiga founder. Namun seiring berjalannya waktu, komunitas ini berkembang pesat. Kini tercatat sudah ada 78 warga Paliko yang terdaftar, dengan jumlah anggota aktif sekitar 23 hingga 45 orang.
Anggota komunitas ini berasal dari latar belakang yang beragam. Ada yang bekerja sebagai perawat, karyawan kantor, freelancer, barista, hingga pelajar dan mahasiswa.
Keberagaman latar belakang ini justru menjadi kekuatan Paliko Runners. Lari tidak lagi dipandang sebagai aktivitas individual, melainkan sebagai ruang untuk mempertemukan orang-orang dari berbagai profesi.
“Setiap minggunya ada sekitar tiga sampai lima orang baru yang bergabung. Mereka datang dengan antusias, karena melihat Paliko Runners ini punya kegiatan yang rutin dan positif,” kata jelas Perempuan yang berprofesi sebagai Freelancer itu.
Saat ini Komunitasi Paliko Runner memiliki struktur organisasi, yakni Akbar Harahap sebagai ketua, Dian Putra menjabat sebagai wakil, dan Deden Rinadi sebagai Admin Sosial Media.
Kegiatan Rutin dan Agenda Eksplorasi
Paliko Runners memiliki sejumlah kegiatan rutin yang membuatnya semakin solid. Setiap Selasa malam, mereka mengadakan Balari Malam, sebuah aktivitas lari bersama yang selalu diikuti banyak anggota.
Ada juga Jelajah Alam setiap Minggu, yang menjadi kesempatan bagi para anggota untuk berlari sambil menikmati keindahan alam Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.
Selain itu, Paliko Runners tengah merencanakan program baru bernama CORE, yang dijadwalkan rutin setiap Kamis. Tak hanya itu, latihan sore juga terbuka bagi siapa saja anggota yang ingin meningkatkan performa.
Vany menambahkan, Paliko Runners tidak hanya rutin berlatih, tetapi juga aktif mengikuti berbagai iven lari di luar daerah. Beberapa di antaranya adalah SumataRun, Riau Bhayangkara Runners, Police Women Run, Minang Geo Park, Pariaman Berlari, Presisi Jambi, hingga Pejalan Nagari Walk, serta sejumlah event kecil lainnya.
“Alhamdulillah tren lari saat ini memang sedang bagus. Walaupun masih banyak yang ikut karena FOMO, tapi setidaknya itu FOMO untuk hal yang positif,” ujarnya.
Seleksi Anggota dan Filosofi “Warga Paliko”
Meskipun terbuka untuk umum, Paliko Runners tetap memiliki sistem seleksi anggota. Prosesnya dimulai dengan bergabung di grup Warga Paliko terlebih dahulu. Grup ini berfungsi untuk menyaring calon anggota sebelum resmi masuk sebagai bagian dari FAM’S Paliko, sebutan untuk keluarga inti komunitas.
“Dari sini kami bisa melihat komitmen calon anggota, bagaimana mereka berinteraksi dan berpartisipasi. Jadi bukan hanya sekadar ikut-ikutan, tapi benar-benar mau tumbuh bersama,” kata Vany.
Lebih dari Sekadar Berlari
Paliko Runners bukan sekadar komunitas olahraga. Bagi anggotanya, ini adalah ruang untuk membangun pertemanan, menjaga gaya hidup sehat, sekaligus memperluas pengalaman melalui iven-iven lari. Filosofi kebersamaan menjadi fondasi utama.
Dari hanya tiga orang pendiri, kini Paliko Runners telah menjadi rumah bagi puluhan pelari dengan semangat yang sama, yaitu berbagi energi positif melalui langkah kaki.
“Setiap kilometer yang kita tempuh, ada cerita, ada persahabatan, dan ada semangat baru. Itu yang membuat Paliko Runners berbeda,” tutup Riki Ade Saputra. (*)
Editor : Adetio Purtama