Meski telah berdiri sejak 2018, pasar tersebut hingga kini belum menunjukkan geliat ekonomi yang signifikan dan masih terlihat sepi dari aktivitas jual beli.
Pantauan Padang Ekspres, suasana pasar tampak lengang. Sejumlah los dan ruko terlihat tertutup, sementara hanya beberapa pedagang yang membuka lapak. Jumlah pengunjung yang datang pun masih terbatas, sehingga transaksi yang terjadi belum mampu menggerakkan roda ekonomi pasar secara optimal.
Pasar Rakyat Padang Kaduduak dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh. Pasar ini diharapkan dapat menjadi alternatif selain Pasar Ibuh dan Pasar Ateh, sekaligus mendorong munculnya pusat ekonomi baru di wilayah Koto Nan Godang. Namun setelah tujuh tahun beroperasi, peran strategis tersebut dinilai belum berjalan maksimal.
Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah pengelolaan lapak yang belum optimal. Banyak ruko dan los yang secara administrasi telah terisi, tetapi tidak dimanfaatkan secara aktif untuk berdagang. Kondisi ini berdampak pada minimnya variasi dagangan, sehingga minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar Padang Kaduduak terus menurun.
Ketua Organisasi Pasar Rakyat Padang Kaduduak (KOMPAK) Koto Nan Godang, Sahwi (76), menilai lemahnya pengawasan terhadap pemanfaatan lapak menjadi faktor utama sepinya aktivitas pasar. Menurutnya, pasar tradisional hanya dapat hidup apabila diisi oleh pedagang yang aktif dan konsisten berjualan.
“Pasar itu hidup dari aktivitas. Kalau lapak hanya dikuasai tapi tidak dibuka, pembeli tentu tidak akan datang. Ini yang perlu dievaluasi,” ujar Sahwi.
Ia menambahkan, evaluasi pengelolaan pasar perlu dilakukan secara tegas dan berkelanjutan. Lapak yang tidak dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu seharusnya dapat ditinjau ulang dan dialihkan kepada pedagang lain yang memiliki komitmen untuk berjualan. Dengan demikian, suasana pasar akan lebih hidup dan pilihan barang bagi masyarakat semakin beragam.
Selain persoalan pengelolaan lapak, aspek promosi dan kenyamanan pasar juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Akses yang mudah, kebersihan, serta citra pasar yang positif menjadi faktor penting untuk menarik minat pedagang maupun pembeli. Tanpa dukungan kebijakan yang konsisten, pasar rakyat akan sulit bersaing dengan pusat perbelanjaan lain.
Harapan agar Pasar Rakyat Padang Kaduduak kembali berfungsi optimal juga disampaikan warga sekitar. Risma (45), salah seorang konsumen, mengaku sebenarnya tertarik berbelanja di pasar tersebut karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya. Namun keterbatasan pedagang aktif membuatnya memilih pasar lain.
“Kalau pasarnya ramai dan dagangannya lengkap, tentu kami lebih memilih belanja di sini. Harapannya ke depan bisa lebih hidup,” ujarnya.
Ke depan, penataan ulang pengelolaan, pengawasan pemanfaatan ruko dan los, serta pembukaan peluang bagi pedagang baru dinilai menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali Pasar Rakyat Padang Kaduduak.
Dengan evaluasi yang serius dan kebijakan yang tepat, pasar ini dinilai masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan menjadi penggerak ekonomi lokal di Payakumbuh Utara. (cr7)
Editor : Adetio Purtama