Pantauan Padek.Jawapos.com, Rabu (28/1/2026), di salah satu agen beras SAS di kawasan Koto Nan Ampek menunjukkan peningkatan aktivitas pembelian, baik dari masyarakat maupun pedagang harian yang mulai menambah stok.
Sejumlah warga terlihat berbelanja lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan. Pedagang harian juga mulai mengambil pasokan tambahan.
Di tengah meningkatnya permintaan, harga beras belum mengalami kenaikan signifikan. Beras jenis Kuriak justru tercatat turun dari Rp17.500 menjadi Rp17.000 per kilogram, sementara beras Anak Daro masih bertahan di kisaran Rp17.000 per kilogram.
Penjaga toko agen beras SAS, Minda (24), mengatakan lonjakan permintaan mulai terasa sejak beberapa hari terakhir, terutama dari pedagang dan konsumen yang berbelanja lebih awal.
“Permintaan mulai naik, terutama dari pedagang dan masyarakat. Untuk harga, kami masih menyesuaikan dengan harga beli dari distributor agar tetap terjangkau,” ujar Minda.
Ia menyebutkan keterbatasan hasil panen membuat stok beberapa beras favorit, seperti Anak Daro, Kuriak, dan Sokan, sempat kosong. Namun kondisi tersebut belum berdampak pada kenaikan harga di tingkat agen.
Untuk mengantisipasi kekosongan, agen menyediakan alternatif beras dari luar daerah. Beras Jawa dijual sekitar Rp150 ribu per 10 kilogram, sementara beras Palembang dibanderol Rp148 ribu per 10 kilogram.
Sejumlah konsumen terpaksa beralih ke jenis beras lain akibat keterbatasan stok. Meski demikian, stabilnya harga dinilai membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga menjelang Ramadhan.
Salah seorang pembeli, Yulinar (43), mengaku memilih membeli beras lebih awal untuk menghindari kemungkinan kenaikan harga.
“Sekarang sudah mulai ramai. Takut nanti harganya naik, jadi saya beli dulu meskipun bukan beras langganan,” katanya.
Sementara itu, pedagang beras harian AF (50) berharap distribusi dari daerah penghasil segera kembali normal agar pasokan tetap terjaga.
“Kalau pasokan lancar, harga bisa tetap stabil meski permintaan naik. Mudah-mudahan kondisi ini bertahan sampai Ramadan,” ujarnya.(cr7)
Editor : Hendra Efison