Minggu malam (1/2/2026), usaha kuliner rumahan tersebut masih ramai dikunjungi pembeli dari berbagai kalangan.
Pantauan di lokasi menunjukkan halaman rumah Rosyid dipenuhi pelanggan yang datang silih berganti.
Pembeli terdiri dari pelanggan lama hingga generasi muda yang menikmati mie ayam racikan sederhana yang disajikan setiap malam.
Dirintis dari Gerobak Keliling
Rosyid memulai usaha mie ayam sekitar seperempat abad lalu dengan menggunakan gerobak kayu sederhana.
Pada masa awal merintis, ia berjualan secara berkeliling dari satu kampung ke kampung lain di Kota Payakumbuh untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Hasil berjualan pada periode tersebut disebut hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Meski menghadapi keterbatasan, Rosyid memilih bertahan dan melanjutkan usaha tersebut secara konsisten tanpa menghentikan aktivitas berdagang.
Seiring berjalannya waktu, usaha mie ayam tersebut perlahan berkembang dan menunjukkan dampak nyata bagi ekonomi keluarga.
Dari hasil berjualan, Rosyid mampu membangun rumah sendiri yang kemudian dijadikan sebagai tempat berjualan tetap hingga saat ini.
Selain menjadi sumber penghasilan harian, usaha mie ayam tersebut juga menopang kebutuhan jangka panjang keluarga.
Tercatat, tiga orang anak Rosyid dapat mengenyam pendidikan dari hasil penjualan mie ayam yang dikelola secara mandiri selama bertahun-tahun.
Konsistensi dan Dukungan Pelanggan
Salah seorang pelanggan setia, Isan, mengatakan telah mengikuti perjalanan usaha Rosyid sejak masih berjualan menggunakan gerobak keliling.
Ia menilai konsistensi menjadi faktor utama yang membuat usaha tersebut bertahan hingga sekarang.
“Saya sudah makan mie ayam Pak Rosyid sejak beliau masih dorong gerobak. Sekarang usahanya sudah di rumah sendiri, tapi rasanya tetap sama,” ujar Isan, Minggu (1/2/2026).
Pelanggan lain, Halim (24), mengaku rutin datang karena harga yang terjangkau dan cita rasa yang tetap terjaga. Ia menilai mie ayam Rosyid mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. “Murah, enak, dan porsinya pas,” kata Halim. (CR7)
Editor : Hendra Efison