Nofriwandi menyampaikan data DTSen 2025 mencatat sebanyak 864 kepala keluarga di Kecamatan Payakumbuh Utara berada pada desil 1.
Selain itu, masih terdapat 19 balita stunting serta 714 keluarga berisiko stunting yang membutuhkan intervensi lintas sektor.
“Data ini harus menjadi dasar intervensi lintas sektor yang tepat sasaran, terutama untuk stunting dan kemiskinan,” ujar Nofriwandi.
Ia menambahkan masih terdapat enam kepala keluarga yang belum memiliki akses air minum layak dan 64 kepala keluarga belum memiliki jamban sehat.
“Masalah dasar seperti air bersih dan sanitasi harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Nofriwandi menilai Kecamatan Payakumbuh Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perdagangan yang perlu dioptimalkan.
“Kita dorong perbaikan irigasi, jalan usaha tani, serta pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian agar produktivitas dan pendapatan warga meningkat,” ujarnya.
Ia juga menyebut pemerintah pusat masih mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) kelurahan sebesar Rp200 juta per kelurahan pada 2026.
“Dana itu kita arahkan untuk penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi, sekaligus memperkuat Musrenbang stunting,” kata Nofriwandi.
Dalam kesempatan tersebut, Nofriwandi menjelaskan Musrenbang kelurahan di Payakumbuh Utara telah dilaksanakan pada 8 hingga 22 Januari 2026 di sembilan kelurahan.
“Partisipasi masyarakat yang tinggi mencerminkan soliditas dan keterlibatan aktif dalam pembangunan,” ujarnya.
Baca Juga: Tinggalkan Pesan Haru, Pria 40 Tahun Tewas Gantung Diri di Kasang Padangpariaman
Ia menegaskan Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara berjenjang dari kelurahan hingga kecamatan.
“Usulan dari kelurahan harus disusun rapi, ditajamkan, dan diselaraskan agar masuk prioritas kota,” katanya.
Nofriwandi mengingatkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah menuntut penentuan skala prioritas program.
“Kita harus memilih program yang paling berdampak dan paling menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029 dengan fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, dan layanan publik.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra menegaskan DPRD siap mengawal aspirasi masyarakat.
“DPRD berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan dan skala prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Payakumbuh Utara Ronal menyampaikan Musrenbang kecamatan merupakan hasil tahapan mufakat RT dan RW, pra-Musrenbang kelurahan, hingga Musrenbang kelurahan.
“Mari kita rumuskan prioritas pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (*)
Editor : Hendra Efison