Minggu dini hari (22/02/2026), Tim Satuan Lalu Lintas Polres Payakumbuh menggelar patroli terpadu dengan menyasar sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang kerap dijadikan arena adu kecepatan.
Patroli yang dipimpin langsung Kasatlantas Polres Payakumbuh, AKP Yuliarman, itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait gangguan Kamtibmas.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan sepeda motor berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Pos Kota di pusat Kota Payakumbuh untuk proses pendataan serta penindakan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Mayoritas yang terjaring masih berusia muda, bahkan sebagian diketahui masih berstatus pelajar SMP dan SMA.
Mereka kedapatan berkumpul dan bersiap melakukan balapan di jalan umum yang tetap dilalui kendaraan lain meski waktu telah memasuki dini hari.
“Ini adalah bentuk komitmen kami merespons keluhan warga. Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa. Kami tidak ingin ada korban akibat aksi yang tidak bertanggung jawab ini,” tegas AKP Yuliarman di sela kegiatan.
Menurutnya, kendaraan yang diamankan rata-rata telah dimodifikasi tidak sesuai standar, seperti penggunaan knalpot bising, pelepasan spion, serta perubahan teknis lain yang mengabaikan aspek keselamatan.
Seluruh kendaraan langsung didata dan pemilik diwajibkan melengkapi persyaratan serta mengikuti prosedur penindakan sebagai bagian dari efek jera.
Dukungan terhadap langkah tegas aparat datang dari masyarakat setempat.
Adal (39), Ketua Karang Taruna Tanjung Gadang, mengaku keresahan terhadap balap liar bukan hal baru karena Jalan Soekarno-Hatta merupakan akses vital yang tetap dilalui kendaraan logistik dan masyarakat umum pada malam hari.
“Ini bukan hal baru. Kami sudah beberapa kali melaporkan maraknya balap liar karena sangat mengganggu. Tidak hanya bising, tapi juga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya,” ujar Adal.
Bhabinkamtibmas Tanjung Gadang, Aiptu Pendi, menyebut laporan masyarakat hampir diterima setiap pekan, terutama terkait kebisingan knalpot dan tingginya risiko kecelakaan di jalan umum.
Ia menilai persoalan tersebut memerlukan penanganan bersama, termasuk peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya.
Salah seorang yang turut diamankan, Riski (20), mengaku datang ke lokasi karena ajakan teman dan awalnya hanya berkumpul sebelum aktivitas tersebut berujung pada balapan.
Kendaraan miliknya tetap diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.
Hingga patroli berakhir menjelang subuh, situasi di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta berangsur kondusif dan kerumunan remaja membubarkan diri setelah kendaraan yang terjaring diamankan petugas.(*)
Editor : Hendra Efison