Dalam lima hari terakhir, jumlah kendaraan yang diservis meningkat dari rata-rata tiga unit menjadi sekitar delapan unit per hari.
Lonjakan ini terjadi seiring tingginya mobilitas perantau dan mahasiswa yang bersiap kembali ke kota tujuan untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
Permintaan Servis Meningkat
Pemilik bengkel, Riski, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan mulai terasa beberapa hari setelah Hari Raya.
Mayoritas pelanggan datang untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Dalam lima hari ini rata-rata delapan motor per hari yang masuk. Biasanya paling tiga saja. Banyak yang servis sebelum balik ke rantau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan yang paling banyak diminati meliputi servis rutin, penggantian oli, serta pergantian suku cadang yang sudah aus.
“Yang sering itu ganti oli, cek rem, sama beberapa sparepart yang sudah harus diganti. Karena mereka mau perjalanan jauh, jadi ingin kondisi motor benar-benar prima,” katanya.
Omzet Naik Hingga 50 Persen
Lonjakan pelanggan turut berdampak pada peningkatan omzet usaha. Riski menyebut pendapatan bengkel mengalami kenaikan hingga 50 persen dibanding hari biasa selama periode arus balik Lebaran.
“Alhamdulillah omzet naik sekitar 50 persen. Tapi kita juga harus kerja ekstra karena jumlah kendaraan yang datang meningkat,” ujarnya.
Meski terjadi peningkatan aktivitas, pihak bengkel tetap berupaya menjaga kualitas layanan agar kendaraan yang diservis layak digunakan untuk perjalanan jauh.
“Kita tidak mau asal cepat saja. Yang penting kualitas tetap dijaga, karena ini menyangkut keselamatan pelanggan di jalan,” tegasnya.
Persiapan Kendaraan Sebelum Berangkat
Salah seorang pelanggan, Furqon, mengaku melakukan servis kendaraan sebelum kembali ke Padang untuk kuliah.
“Besok saya balik ke Padang, jadi hari ini servis dulu. Takut ada masalah di jalan kalau tidak dicek,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama libur Lebaran, kendaraannya sering digunakan sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang, terutama pada bagian mesin dan rem.
“Selama di kampung dipakai terus, jadi sebelum balik memang harus dicek lagi,” katanya.
Furqon menilai antrean di bengkel masih dalam batas wajar meski terjadi peningkatan jumlah pelanggan.
“Memang ramai, tapi masih bisa ditunggu. Yang penting motor aman untuk dipakai,” tambahnya.
Fenomena ramainya bengkel motor ini menunjukkan arus balik Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi lokal.
Diperkirakan, kondisi ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring berlanjutnya gelombang arus balik.(*)
Editor : Hendra Efison