PAYAKUMBUH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning di Payakumbuh Selatan.
Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam mewujudkan mitigasi bencana yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan inklusif dalam penanggulangan bencana menempatkan kelompok rentan sebagai subjek aktif, dengan memastikan akses terhadap informasi, fasilitas evakuasi, serta perencanaan yang ramah bagi semua.
Baca Juga: Musrenbang Sumbar 2027, Payakumbuh Usulkan Infrastruktur dan SDM
“Kegiatan ini sangat penting karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,” ujar Devitra, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam merespons kondisi darurat, sehingga membutuhkan edukasi dan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan penyelamatan diri.
“Dalam kondisi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kita hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,” katanya.
Simulasi Evakuasi dan Materi Aplikatif
Devitra menegaskan bahwa edukasi mitigasi bencana harus disertai praktik langsung agar mudah dipahami dan diterapkan dalam situasi nyata.
Baca Juga: Wali Kota Payakumbuh Evaluasi Kinerja OPD, Target Perbaikan 30 Hari
BPBD tidak hanya memberikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi untuk membiasakan siswa dan guru menghadapi kondisi darurat tanpa panik.
“Tujuan akhirnya adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah agar dapat bertindak cepat dan tepat sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) tersebut diikuti oleh 50 siswa dan 12 guru, dengan durasi selama tiga jam mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, menjelaskan bahwa materi disusun secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami peserta.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas.
Baca Juga: Sepablock Percepat Huntap 10 Hari, Jadi Solusi Cepat untuk Korban Bencana
Ia menambahkan, simulasi menjadi bagian penting untuk melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah sehingga peserta memiliki gambaran nyata saat bencana terjadi.
Sekolah Siapkan Tindak Lanjut
Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah.
“Kegiatan ini tergolong baru bagi kami, namun memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemko Padang Selaraskan Program Pembangunan 2027 dengan Pemprov Sumbar dan Pusat
Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kesiapan guru dalam mendampingi siswa saat kondisi darurat.
Ke depan, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan mitigasi bencana sebagai agenda rutin setiap tiga bulan guna menjaga kesiapsiagaan warga sekolah.
Selain itu, sekolah juga akan menyusun jalur evakuasi sesuai standar, mengingat sebagian siswa tinggal di asrama sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama.(*)
Editor : Hendra Efison