PADEK.JAWAPOS.COM - Kenaikan harga plastik dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada pelaku usaha laundry di Kota Payakumbuh.
Biaya operasional yang terus meningkat memaksa sejumlah usaha laundry menaikkan tarif jasa cuci dan setrika demi menjaga kualitas layanan.
Salah satu pelaku usaha laundry yang merasakan dampak tersebut adalah Excito Laundry di Kota Payakumbuh.
Pemilik usaha, Putri Yulia, mengaku lonjakan harga plastik cukup memberatkan karena plastik menjadi salah satu kebutuhan utama dalam operasional laundry.
Menurut Putri, harga plastik pembungkus pakaian bersih yang sebelumnya berada di angka Rp 33 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Baca Juga: OJK Sambut Pengakuan MSCI atas Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia
Kenaikan juga terjadi pada plastik pembawa pakaian yang telah dibungkus, yang biasanya dibeli Rp 38 ribu per pak, kini naik menjadi Rp 60 ribu per pak.
“Dulu harga plastik pembungkus laundry Rp 33 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 50 ribu. Untuk plastik pembawa yang warna biru juga naik, dari Rp 38 ribu per pak sekarang Rp 60 ribu per pak,” ujar Putri saat ditemui, Senin (21/4).
Kenaikan harga bahan penunjang ini, kata Putri, berimbas langsung terhadap biaya operasional usaha laundry.
Jika kenaikannya hanya berkisar seribu atau dua ribu rupiah, pihaknya masih bisa menahan harga jasa laundry. Namun karena lonjakan harga dinilai cukup besar, penyesuaian tarif akhirnya tak terhindarkan.
“Kalau naiknya cuma sedikit mungkin masih bisa kami tahan. Tapi karena naiknya cukup banyak dan mengganggu biaya operasional, akhirnya harga laundry terpaksa kami naikkan,” katanya.
Baca Juga: Bundo Kanduang Solok Studi Tiru ke Pariaman, Perkuat Kursus Pra-Nikah Berbasis Adat dan Agama
Kini tarif laundry cuci lipat yang sebelumnya Rp 5 ribu per kilogram naik menjadi Rp 6 ribu per kilogram. Sementara untuk jasa setrika pakaian, tarif yang semula Rp 4 ribu per kilogram kini menjadi Rp 5 ribu per kilogram.
Tak hanya plastik, bahan kebutuhan laundry lainnya seperti sabun dan pewangi pakaian juga mengalami kenaikan harga.
Meski begitu, pihak Excito Laundry memilih menaikkan ongkos jasa daripada menurunkan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Selain plastik, sabun dan pewangi juga naik. Tapi kami tidak mau menurunkan kualitas produk. Sabun dan parfum tetap kami pakai yang premium untuk menjaga kualitas, jadi yang dinaikkan adalah ongkos laundry,” jelasnya.
Putri menyebutkan, meski tarif telah dinaikkan, keuntungan usaha justru semakin tipis karena biaya operasional terus membengkak.
Baca Juga: Air Bah Terjang Padang Laweh Malalo, Warga Diminta Waspada Ancaman Galodo Susulan
Namun langkah itu harus diambil agar usaha tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
“Kalau tidak dinaikkan, biaya operasional tidak tertutup. Kalau dipaksakan, nanti bisa berdampak ke kualitas seperti pengurangan sabun, dan itu tidak mau kami lakukan. Jadi kualitas tetap kami pertahankan walaupun keuntungan jadi tipis,” ungkapnya.
Dampak dari kenaikan tarif tersebut mulai terasa dari sisi pelanggan. Sejak tarif laundry dinaikkan, jumlah konsumen mengalami penurunan hingga sekitar 30 persen.
Meski begitu, Putri berharap pelanggan tetap memahami kondisi tersebut karena penyesuaian harga dilakukan demi menjaga kualitas layanan.
Baca Juga: Pelatihan Vokasi Didorong Lebih Luas, Menaker Bidik Tenaga Kerja Siap Industri
“Setelah harga naik, ada penurunan konsumen sekitar 30 persen. Tapi kami berharap pelanggan mengerti karena kenaikan ini memang karena biaya operasional naik,” katanya.
Di sisi lain, sebagian pelanggan mengaku bisa memahami keputusan pelaku usaha laundry untuk menaikkan tarif, selama kualitas layanan tetap dipertahankan.
Salah seorang pelanggan, Deby, menilai kenaikan tarif laundry merupakan hal yang wajar di tengah naiknya harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk plastik sebagai bahan pendukung usaha laundry.
“Itu sah-sah saja selama kualitasnya tidak berkurang, kami terima saja. Karena sekarang memang banyak harga kebutuhan yang naik,” ujar Deby.
Menurutnya, pelanggan tidak akan terlalu keberatan dengan kenaikan harga selama hasil cucian tetap bersih, rapi, dan pelayanan tetap memuaskan. (rid)
Editor : Adriyanto Syafril