PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Payakumbuh pada Senin (18/5/2026) pagi berada dalam kondisi cukup bersahabat untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data BMKG pada pukul 09.57 WIB, cuaca di Kota Payakumbuh terpantau cerah berawan dengan suhu udara mencapai 28 derajat celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat berada di angka 68 persen, sementara angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 4,3 kilometer per jam.
Kondisi cuaca tersebut dinilai cukup mendukung aktivitas warga, mulai dari kegiatan perdagangan, pendidikan, hingga aktivitas luar ruangan lainnya. Langit yang cerah berawan juga membuat suasana pagi di Payakumbuh terasa cukup nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas sejak dini hari.
Baca Juga: Sopir Ekspedisi di Payakumbuh Ditangkap usai Diduga Gelapkan Uang Operasional Rp5,8 Juta
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. BMKG menilai kondisi atmosfer di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir cukup dinamis sehingga potensi perubahan cuaca masih dapat terjadi.
BMKG juga memprakirakan cuaca di Kota Payakumbuh akan berubah pada siang hari. Sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi cuaca diprediksi menjadi berawan dengan suhu udara turun menjadi sekitar 26 derajat celsius.
Penurunan suhu tersebut dipengaruhi meningkatnya tutupan awan di sejumlah wilayah Kota Payakumbuh dan sekitarnya. Meski belum terdapat tanda-tanda cuaca ekstrem, masyarakat tetap diminta berhati-hati, terutama pengendara dan warga yang melakukan aktivitas di ruang terbuka.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 18 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Berawan
Kondisi berawan pada siang hingga sore hari diperkirakan membuat udara terasa lebih sejuk dibandingkan pagi hari. Fenomena tersebut umum terjadi di kawasan Payakumbuh yang berada di wilayah dataran tinggi Sumatera Barat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi atmosfer selama aktivitas berlangsung. (rid)
Editor : Adetio Purtama