Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bocah 6 Tahun Meninggal Terseret Arus Sungai

Syamsu Ridwan • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:17 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di Kota Payakumbuh setelah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Batang Agam, kawasan Taman Batang Agam, Minggu (31/5).

Korban diketahui merupakan seorang murid sekolah dasar yang berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Ibuah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bermain bersama sejumlah temannya di sekitar bantaran sungai.

Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, Andrio Surya Putra Siregar, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, kejadian bermula ketika korban bersama tiga temannya yang berinisial F, A, dan D bermain pasir di tepi aliran Batang Agam.

Pada awalnya, keempat anak tersebut menghabiskan waktu bermain di sekitar pinggiran sungai. Setelah beberapa saat, tiga anak di antaranya memutuskan untuk turun ke sungai dan mandi.

“Setelah bermain di pinggir sungai, F, G dan D masuk ke dalam air untuk mandi-mandi. Sementara A tetap berada di pinggir dan tidak ikut mandi,” ujar Andrio.

Menurut keterangan yang dihimpun petugas, ketiga anak yang berada di dalam sungai kemudian berenang menuju bagian tengah aliran Batang Agam. Namun, kondisi arus sungai yang cukup deras membuat mereka kehilangan kendali dan mulai terbawa arus. Melihat ketiga temannya hanyut, A yang berada di tepi sungai berusaha memberikan pertolongan. Meski masih berusia anak-anak, A menunjukkan keberanian dengan berupaya menyelamatkan teman-temannya satu per satu.

Pertama, A berhasil menjangkau tangan D dan menariknya ke tepi sungai sehingga berhasil selamat dari bahaya tenggelam. Setelah itu, A kembali berusaha membantu teman lainnya yang masih terbawa arus.

Upaya penyelamatan tersebut kembali membuahkan hasil ketika A berhasil meraih dan menolong F untuk keluar dari aliran sungai. Namun nahas, saat A berusaha menyelamatkan korban, kondisi sudah tidak memungkinkan. Korban telah terbawa arus lebih jauh ke arah hilir dan semakin sulit dijangkau.

Korban terus hanyut mengikuti derasnya aliran Batang Agam hingga mencapai kawasan bawah Jembatan Ibuah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian ikut melakukan pencarian dan pertolongan.

Setelah dilakukan upaya pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh warga di sekitar lokasi. Korban kemudian segera dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Ibuah untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Sayangnya, meskipun telah dibawa ke fasilitas kesehatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia setibanya di puskesmas.

Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian aparat kepolisian. Petugas dari Polres Payakumbuh mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, Andrio Surya Putra Siregar, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna memastikan kronologi kejadian.

Selain itu, polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut setelah peristiwa tersebut. Setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai, kolam, maupun lokasi perairan lainnya. Meski terlihat tenang, aliran sungai dapat memiliki arus yang cukup kuat dan berbahaya, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang yang memadai.

Selain itu, warga juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama pada musim hujan atau saat debit air meningkat yang dapat menyebabkan arus menjadi lebih deras dan berisiko membahayakan keselamatan.

Tragedi yang terjadi di Batang Agam ini menambah daftar kasus kecelakaan air yang melibatkan anak-anak. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#terseret arus sungai