Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hadiri Khatam Al Quran MDTA Nurul Iman, Wawako Payakumbuh Ajak Perkuat Pendidikan Agama Anak

Hendra Efison • Senin, 22 Juni 2026 | 20:00 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menghadiri khatam Al Quran dan wisuda iqra
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menghadiri khatam Al Quran dan wisuda iqra' MDTA Nurul Iman di Kelurahan Ibuh, Senin (22/6/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat perayaan khatam Al Quran dan wisuda iqra' MDTA Nurul Iman di Kelurahan Ibuh, Senin (22/6/2026), yang diikuti 21 peserta khatam dan delapan peserta wisuda iqra'.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman yang hadir mewakili Wali Kota Zulmaeta mengatakan pendidikan agama menjadi salah satu kunci utama dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan keagamaan.

Menurutnya, khatam Al Quran bukan sekadar penanda bahwa seorang anak mampu membaca Al Quran.

Momentum tersebut menjadi awal untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengamalkan ajaran Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah awal bagaimana ke depan anak-anak kita bisa lebih mendalami Al Quran dan menjadi pribadi yang lebih baik," kata Elzadaswarman.

Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan akhlak dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga.

"Kepada orang tua, mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi calon-calon pemimpin di masa yang akan datang dengan akhlak yang mulia," ujarnya.

Khatam Al Quran Sejalan dengan Program Pembinaan Karakter

Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda.

Menurut dia, manfaat pendidikan agama tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.

Pendidikan berbasis agama mampu membentuk lingkungan yang lebih harmonis serta menumbuhkan sikap saling menghormati terhadap orang tua, guru, dan sesama.

"Pemerintah kota memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini karena sejalan dengan program pembinaan generasi muda yang berkarakter," katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat menghadirkan tantangan baru dalam pembinaan moral generasi muda.

Kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk memperkuat pendidikan agama sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif.

"Dengan cepatnya perkembangan teknologi, kita harus membentengi anak-anak kita dengan pendidikan agama," ujarnya.

Pendidikan Agama Jadi Tanggung Jawab Bersama

Elzadaswarman menegaskan pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga pendidikan.

Peran keluarga, niniak mamak, tokoh agama, guru, dan seluruh elemen masyarakat sangat menentukan dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, berbagai fenomena sosial yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat penting agar pendidikan moral mendapat perhatian lebih besar.

Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini sehingga anak memiliki landasan yang kuat dalam menghadapi perubahan sosial yang terus berkembang.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah, tapi juga orang tua, niniak mamak, guru, dan seluruh elemen masyarakat," katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Kepada para peserta khatam, Elzadaswarman berpesan agar tidak berhenti belajar Al Quran setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat MDTA.

Ia berharap para santri terus meningkatkan pemahaman agama sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Sementara itu, Pengurus MDTA Masjid Nurul Iman Delna Fitri menyampaikan bahwa kegiatan khatam Al Quran tahun ini diikuti 21 peserta yang terdiri dari tujuh laki-laki dan 14 perempuan. Selain itu, delapan peserta lainnya mengikuti prosesi wisuda iqra'.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Payakumbuh yang tidak hanya mampu membaca Al Quran, tetapi juga memahami serta mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.(*)

Editor : Hendra Efison
#khatam Al Quran Payakumbuh #generasi muda Payakumbuh #MDTA Nurul Iman #pendidikan agama #Wisuda Iqra