Pemko Payakumbuh Luncurkan Simphoni Pangan, Harga dan Pasokan Kini Dipantau Lebih Cepat

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:20 WIB

 

Pemerintah Kota Payakumbuh meluncurkan Simphoni Pangan bersamaan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7/2026).
Pemerintah Kota Payakumbuh meluncurkan Simphoni Pangan bersamaan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM–Pemerintah Kota Payakumbuh meluncurkan inovasi Simphoni Pangan (Sistem Monitoring Perkembangan Harga dan Informasi Pangan) sebagai upaya memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui pemantauan harga dan pasokan pangan yang lebih cepat, akurat, dan terpadu. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7/2026).

Inovasi yang dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh tersebut diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, serta mengantisipasi gejolak pasokan sejak dini.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Payakumbuh Yasrizal mengatakan peluncuran Simphoni Pangan merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi dengan Perum Bulog, pelaku usaha, kelompok tani, distributor, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Melalui Simphoni Pangan, perkembangan harga dan ketersediaan pangan dapat dipantau secara lebih cepat sehingga pemerintah mampu mengambil langkah antisipatif secara tepat apabila terjadi gejolak harga maupun gangguan pasokan," kata Yasrizal.

Menurutnya, sistem tersebut menjadi pelengkap berbagai langkah stabilisasi pangan yang selama ini dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh, termasuk melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Dukung Pengendalian Inflasi Daerah

Yasrizal menjelaskan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan komoditas strategis seperti beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya agar pasokan tetap aman dan harga tetap stabil.

"Kami mengajak Perum Bulog, distributor, pelaku usaha pangan, kelompok tani, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasokan pangan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying, berbelanja sesuai kebutuhan, mengurangi pemborosan pangan, serta memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga," ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan Simphoni Pangan dirancang untuk meningkatkan efektivitas pemantauan harga dan pasokan pangan strategis melalui penyediaan data yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terintegrasi dengan MyKoPay dan Media Sosial

Menurut Edvidel, Simphoni Pangan mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui sistem peringatan dini terhadap potensi kenaikan harga, kelangkaan pasokan, maupun gangguan distribusi pangan.

Informasi perkembangan harga pangan selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat melalui aplikasi MyKoPay, media sosial Dinas Ketahanan Pangan, laman resmi Pemerintah Kota Payakumbuh, serta siaran radio sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara mudah dan cepat.

Selain peluncuran Simphoni Pangan, Pemerintah Kota Payakumbuh juga menggelar Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Program tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi.

"Melalui Gerakan Pangan Murah dan Simphoni Pangan, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tetapi juga mendapatkan akses informasi harga pangan yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau sehingga stabilitas pasokan, harga, dan ketahanan pangan daerah dapat terus terpelihara," kata Edvidel.(*)

Editor : Hendra Efison
kota payakumbuh Simphoni Pangan gerakan pangan murah pengendalian inflasi Harga Pangan