Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia) dan diikuti oleh lebih dari 200 booth pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumbar.
Kepala Dinas Perindag Sumbar Novrial, SE, M.Ak menyebutkan, kegiatan ini diselenggarakan untuk menyemarakkan HUT ke-80 Provinsi Sumatera Barat sekaligus mendorong peningkatan kinerja perdagangan daerah.
“Tujuannya adalah meningkatkan volume dan nilai ekspor Sumbar di masa mendatang melalui seminar, talk show, workshop, dan clinic ekspor,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, S.P. menekankan pentingnya keberanian pelaku usaha lokal berkolaborasi dan membuka peluang baru.
“Pemerintah daerah mendukung penuh agar produk UMKM Sumbar menembus pasar ekspor. Kami juga memperkuat jejaring ekonomi Ranah dan Rantau melalui program Galeh Babelok,” jelas Mahyeldi.
Ia berharap ajang ini menjadi sarana membangun jaringan ekspor antarpelaku usaha, dari skala kecil hingga internasional.
“Forum ini bisa dimanfaatkan untuk memperoleh informasi tentang perluasan pasar dan strategi meningkatkan kualitas serta branding produk,” tambahnya.
Ketua DPRD Sumbar H. Muhidi menilai, Sumbar Ekspo menjadi langkah nyata membuka ruang bagi produk unggulan lokal agar naik kelas.
“Sumbar memiliki potensi luar biasa. Ajang ini bisa menjadi jembatan antara kualitas lokal dan permintaan global,” katanya.
Mewakili Menteri Perdagangan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, SH, M.Si, menegaskan komitmen pemerintah pusat menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Pertumbuhan ekspor nasional terus ditingkatkan melalui kolaborasi lintas pihak agar produk dalam negeri bisa menjadi raja di negeri sendiri,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan, KADIN Indonesia, Bank Indonesia Sumbar, serta sejumlah pimpinan lembaga keuangan dan instansi vertikal di daerah.(*)
Editor : Hendra Efison