BATUSANGKAR, PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam yang dirancang berkapasitas hingga 3.000 siswa. Program nasional itu diprioritaskan bagi masyarakat pada kelompok kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 5 dan berpeluang menampung peserta didik dari luar daerah sesuai ketentuan pemerintah.
Untuk mematangkan pembangunan tersebut, Bupati Tanahdatar Eka Putra melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan itu membahas aspek teknis pembangunan mengingat lokasi sekolah berada di kawasan berbukit yang membutuhkan perencanaan konstruksi lebih matang.
Kontur Berbukit Jadi Tantangan Pembangunan
Plt Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PU, Dendy Kurniady, mengatakan hasil survei lapangan dan analisis citra satelit menunjukkan lokasi Sekolah Rakyat berada di kawasan perbukitan.
Karena itu, desain bangunan harus mengutamakan aspek keamanan agar fasilitas pendidikan dapat digunakan secara optimal.
"Karena lokasi berada di kawasan berbukit, maka desain dan tata letak bangunan harus dirancang secara matang. Faktor keamanan menjadi prioritas utama agar nantinya fasilitas ini benar-benar aman dan nyaman digunakan dalam proses belajar mengajar," ujar Dendy.
Senada dengan itu, Plt Dirjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara, menyebut sebagian besar Sekolah Rakyat yang telah dibangun berada di lahan dengan kontur relatif datar.
Meski demikian, ia optimistis proyek di Tanahdatar tetap dapat direalisasikan melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas instansi.
"Secara teknis memang memerlukan perhatian lebih, tetapi kami optimistis pembangunan ini dapat direalisasikan dengan baik melalui kolaborasi seluruh pihak," katanya.
Lahan Tuntas, Sertifikat Dipercepat
Di sisi lain, Pemkab memastikan proses pembebasan lahan telah rampung. Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD Tanahdatar yang dikoordinasikan Ketua DPRD Anton Yondra, serta dukungan masyarakat setempat.
Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan penyelesaian administrasi melalui percepatan penerbitan sertifikat tanah agar pembangunan fisik dapat segera memasuki tahapan berikutnya.
Bupati Eka Putra mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanahdatar. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
"Jika program Sekolah Rakyat ini sudah berdiri, maka ke depannya, sekolah ini tidak hanya berpotensi melayani siswa dari Tanahdatar, tetapi juga dari daerah lain sesuai regulasi yang akan ditetapkan pemerintah," ujar Eka Putra.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Desember 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Tanahdatar tercatat 3,59 persen atau sekitar 12,57 ribu jiwa. Capaian tersebut menempatkan Tanahdatar sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Sumatera Barat.
Eka Putra berharap seluruh tahapan, mulai dari penyempurnaan desain teknis di Kementerian Pekerjaan Umum hingga penyelesaian legalitas lahan, dapat berjalan sesuai rencana.(*)
Editor : Hendra Efison