Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jangan Buang Pembalut Menstruasi Sembarangan

Hendra Efison • Kamis, 27 Juli 2023 | 10:39 WIB
Edukasi pengelolaan sampah pembalut menstruasi di Nagari III Koto Aur Malintang, Padangpariaman, baru-baru ini.
Edukasi pengelolaan sampah pembalut menstruasi di Nagari III Koto Aur Malintang, Padangpariaman, baru-baru ini.
PADEK.JAWAPOS.COM–Sampah pembalut menstruasi sekali pakai perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Penelitian tahun 2015 menunjukkan bahwa jumlah limbah pembalut yang digunakan wanita usia subur di Indonesia diperkirakan mencapai 1,4 miliar setiap bulannya.

Rata-rata perempuan menggunakan 4-5 pembalut sehari, dan diperkirakan membutuhkan 300 pembalut per orang setiap tahun. Selama hidupnya, perempuan menggunakan lebih dari 16 ribu pembalut. Apabila dikonversikan, sampah pembalut di Indonesia mencapai 26 ton per hari.

Penelitian terbaru menemukan bahwa pemahaman tentang pengelolaan limbah padat menstruasi berupa pembalut bekas pakai masih bervariasi di antara siswi sekolah menengah. Studi yang dilakukan di salah satu madrasah tsanawiyah negeri menunjukkan, bahwa hampir separuh dari siswi melakukan tindakan pengelolaan sampah pembalut secara tidak benar, dan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan rendah.

Pembalut bekas pakai yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menjadi sumber pencemaran penyakit. Komponen plastik pada pembalut membutuhkan waktu yang lama untuk terurai secara alami. Pembalut yang dibuang langsung ke lubang kloset, dapat menyumbat saluran toilet dan menyebabkan kloset tidak dapat digunakan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) diketuai Trisfa Augia SSi Apt MSc melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan untuk mengedukasi siswi di sekolah menengah tingkat pertama.

Berkolaborasi dengan mahasiswa KKN PPM Unand di Nagari III Koto Aur Malintang, kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Padangpariaman.

Di samping penyuluhan, tim juga memberikan bantuan sarana pendukung berupa tempat sampah khusus pembalut. Kegiatan tanggal 13 Juli 2023 tersebut, diikuti 30 orang siswi dan juga didukung wakil kepala MTsN 7 Padangpariaman dan perangkat Nagari III Koto Aur Malintang.

Sesuai panduan manajemen kebersihan menstruasi Kemenkes dan UNICEF, penanganan pembalut bekas terlebih dahulu dibilas dengan air, lalu dibungkus dengan kertasnya dibuang ke tempat sampah khusus.

Namun, apabila air bersih tidak memadai, pembalut tersebut dapat langsung dibungkus kertas dan dibuang ke tempat sampah khusus. Evaluasi kegiatan, pengetahuan siswi peserta penyuluhan setelah mengikuti kegiatan tersebut mengalami peningkatan signifikan. (r) Editor : Hendra Efison
#menstruasi #pembalut #jangan buang sembarangan