PADEK.JAWAPOS.COM—Kabar gembira bagi mahasiwa dan calon mahasiswa/i Universitas Negeri Padang (UNP). Saat di provinsi lain heboh masalah kenaikan UKT atau sangat tingginya Uang Kuliah Tunggal, PTN di Kota Padang tidak berniat untuk menaikkan UKT mereka. Unand dan UNP, contohnya.
Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia periode 2022-2024 yang juga Rektor UNP, Prof Ganefri PhD menyatakan, Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), tidak akan menaikkan UKT.
Hal ini ditegaskan oleh Prof Ganefri kepada wartawan usai meresmikan UNP Mart di Kampus 3 UNP Ulu Gadut Padang, Senin (20/5/2024).
"Saya meyakinkan bahwa UKT PTN yang telah PTNBH di Sumbar, tidak akan mengalami kenaikan. Jadi kampus yang telah PTNBH tidak berpikir bagaimana menaikkan UKT, malah memikirkan bagaimana caranya menurunkan UKT," jelas Ganefri.
Bakal Calon Gubernur Sumbar itu menambahkan, perguruan tinggi yang telah PTNBH, mencari pemasukan institusi tidak melalui UKT. “Melainkan bagaimana mencari pemasukan dengan membuat unit usaha, seperti yang dilakukan oleh UNP," jelasnya.
Ganefri menjelaskan, unit usaha yang dibangun civitas academica UNP pada saat ini mempunyai penghasilan lebih kurang sebesar Rp200 Miliar, di luar UKT.
"Kita mempunyai beberapa unit usaha, yang terbaru adalah UNP Mart. Unit usaha kita yang lainnya bergerak di bidang perhotelan, pabrik alat-alat pendidikan di Batam, serta memberdayakan apa yang telah dimiliki UNP, seperti prasarana olahraga, auditorium, kolam renang, dan lain-lain," paparnya.
Sebelumnya, Rektor Universitas Andalas (Unand) Dr Efa Yonnedi juga telah memastikan bahwa Unand tidak akan menaikkan UKT di tahun ajaran baru 2024-2025 ini.
"Unand telah memutuskan tidak ada kenaikan uang kuliah tunggal," jelas Dr Efa Yonnedi ketika pengukuhan 6 Guru Besar Fakultas Teknik, Sabtu (18/5) lalu. (edg)
Editor : Hendra Efison