PADEK.JAWAPOS.COM—Januari hingga April 2024 terdapat 8 siswa SMP di Kota Padang yang berurusan dengan hukum karena kasus Narkotika.
“Mereka yang delapan itu menyambi jadi kurir para bandar narkoba yang ada di Kota Padang," ungkap Kasat Narkoba Polresta Padang AKP Martadius, Selasa (21/5)
Sebagai kurir narkoba, anak-anak ini diupah Rp50.000-100.000. "Kasihan kita, mereka dilibatkan sebagai kurir dalam peredaran narkoba di Kota Padang. Di antara mereka ada yang terkontaminasi. Selain itu, anak-anak tersebut berasal dari ekonomi bawah. Yang jelas, siswa SMP yang ditangkap cabul kemarin juga terpapar narkoba," ucapnya.
Untuk menutup akses narkoba di kalangan pelajar SMP, Martadius menjelaskan, Polresta Padang akan menggandeng Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang untuk melakukan tes urine siswa SMP Kota Padang.
"Kita berencana mendatangi setiap sekolah SMP untuk melakukan tes urine kepada siswanya. Untuk merealisasikannya, Polresta Padang bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Padang," jabarnya.
Terpisah, Sosiolog Universitas Negeri Padang Dr Erianjoni menjelaskan, dengan banyaknya pelajar SMP terlibat peredaran narkoba di Kota Padang, secara tidak langsung menjelaskan pangsa pasar narkoba di Kota Padang telah menyasar anak-anak di kalangan pelajar.
"Yang jelas, anak-anak yang terlibat sebagai kurir dalam pengedaran narkoba, pasti pernah mencicipi narkoba itu sendiri," jelasnya.
Selain itu, Erianjoni meminta dinas pendidikan untuk menelaah program-program pendidikan yang telah dibuat.
"Contohnya, pesantren ramadan. Anak-anak diliburkan bersekolah, dan selama sebulan mengikuti Pesantren Ramadan di masjid dan musala. Apa hasil-hasil yang dicapai selama Pesantren Ramadan tersebut? Di daerah lain, selama Ramadan anak-anak masih tetap bersekolah," jelasnya.
Erianjoni melihat, selama kegiatan Pesantren Ramadan, dirinya membaca pemberitaan banyak terjadi tawuran di kalangan pelajar di Kota Padang.
"Apa hasil dari pesantren Ramadhan tersebut. Lihat saja, lokasi tawuran sudah menyasar hingga ke Balai Kota Padang. Jadi, kita harus mengkaji hasil dari program-program pendidikan yang telah dibuat," tutupnya. (edg)
Kasat Narkoba Polresta Padang AKP Martadius
Editor : Hendra Efison