Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Program Magang Berdampak 2025 Diluncurkan, 16,52% Mahasiswa Magang Dapat Tawaran Kerja

Randi Zulfahli • Rabu, 18 Juni 2025 | 21:24 WIB

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie.
PADEK.JAWAPOS.COM–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan peluncuran resmi Program Magang Berdampak 2025, Senin (16/6/2025).

Inisiatif strategis ini menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan tinggi menuju realisasi konsep "Kampus Berdampak".

Program inovatif tersebut memiliki visi yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam dunia kerja.

Kemdiktisaintek mengarahkan fokus utama pada pembentukan agen perubahan yang mampu menghadapi tantangan masa depan dengan solusi nyata.

"Inisiatif ini bukan hanya tentang meningkatkan statistik partisipasi magang, melainkan persiapan mahasiswa untuk menjadi pelaku transformasi. Kami tidak sekadar menghasilkan lulusan, tetapi mempersiapkan agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial, keterampilan profesional, dan daya saing global," tegas Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.

Momentum peluncuran ini menandai dimulainya fase implementasi program yang telah dipersiapkan sejak awal 2025. Program Magang Berdampak 2025 hadir sebagai respons terhadap transformasi pendidikan yang menuntut mahasiswa keluar dari batasan ruang kuliah dan pembelajaran teoretis semata.

Menteri Brian menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja.

"Mahasiswa membutuhkan kesempatan untuk terlibat aktif dalam dunia kerja, mengatasi permasalahan riil, dan membangun jaringan profesional lintas sektor. Ini bukan magang konvensional, melainkan bagian dari strategi besar Kampus Berdampak yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman, kontribusi sosial, dan koneksi antara kampus dengan dunia kerja," jelasnya.

Keberagaman mitra yang terlibat dalam program ini mencerminkan komitmen terhadap relevansi pendidikan. Sektor-sektor strategis seperti logistik, teknologi informasi, kecerdasan buatan, edutech, video streaming, robotik, smart city, ritel digital, perbankan, pelestarian budaya, hingga layanan pustaka membuka peluang magang.

Kondisi ini menunjukkan semakin kuatnya koneksi antara ekosistem pembelajaran di pendidikan tinggi dengan realitas dunia kerja kontemporer.

Jadwal program telah ditetapkan dengan pendaftaran mahasiswa calon peserta dimulai 16 Juni hingga 11 Juli 2025. Pelaksanaan magang akan berlangsung dari 4 Agustus sampai 22 Desember 2025.

Mahasiswa yang mendaftar akan mengikuti proses seleksi dan pembekalan, mendapat pendampingan dosen pembimbing lapangan, serta menerima bantuan biaya hidup.

Evaluasi program dilakukan secara berkala melalui laporan kegiatan mahasiswa, pelaporan dari mitra, dan perguruan tinggi. Tahap akhir program mencakup proses mobilisasi kepulangan dan penyusunan laporan akhir.

Program Magang Berdampak merupakan hasil dari evaluasi komprehensif terhadap program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang telah menunjukkan dampak positif signifikan.

"Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata gaji alumni MSIB mencapai Rp5,5 juta, atau 98,62% lebih tinggi dibandingkan data Survei Angkatan Kerja Nasional. Sebanyak 16,52% mahasiswa magang dan 6,25% peserta studi independen menerima tawaran kerja langsung dari mitra. Capaian ini patut dibanggakan," ungkap Wamendiktisaintek, Stella Christie.

Program ini juga berperan dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan dunia industri. Data menunjukkan 33% peserta berasal dari keluarga kurang mampu, dan 12,44% berasal dari keluarga dengan orang tua yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar.

"Program ini menghadirkan keadilan sosial dalam akses pengalaman kerja. Kami berkeinginan agar magang menjadi komponen integral dari sistem pembelajaran, bukan aktivitas tambahan. Karena itu, penting pengalaman ini diakui sebagai sks dalam kurikulum program studi," tutur Wakil Menteri Stella.

Wakil Menteri Stella memberikan pesan khusus kepada mahasiswa agar menjalani Program Magang Berdampak dengan komitmen tinggi.

"Tunjukkan inisiatif, dengarkan dengan baik, serap pengalaman, dan manfaatkan kesempatan magang sebagai ruang pembelajaran baru yang berbeda dari kampus. Jangan menjadi penonton pasif, ini adalah kesempatan untuk benar-benar berkembang dan memberikan kontribusi," pesannya.

Melalui peluncuran Program Magang Berdampak 2025, Kemdiktisaintek mengharapkan penguatan sinergi antara kampus, industri, dan masyarakat.

Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan pembangunan nasional.(*)

Editor : Hendra Efison
#Mahasiswa Magang Dapat Tawaran Kerja #Program Magang Berdampak 2025 #kampus berdampak