Mengusung tema “Bersama Menjaga Martabat dan Kehormatan Muslimah di Era Society 5.0”, kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswi dengan pemahaman tentang peran dan tantangan perempuan Islam di era kemajuan teknologi.
Acara menghadirkan narasumber Dr. Desi Yusdian, Lc., MA, dosen UIN MY Batusangkar sekaligus Ketua Wihdah Azhariyah (WAZIN) Sumatera Barat.
Dalam pemaparannya, Dr. Desi menegaskan pentingnya peran muslimah sebagai subjek, bukan objek, dalam perkembangan Society 5.0 yang mengintegrasikan ruang siber dan ruang fisik.
Menurutnya, martabat muslimah di era digital tercermin dari cara berinteraksi di media sosial serta pemanfaatan teknologi untuk kebaikan.
“Kehormatan tercermin dari konten yang dibagikan dan bagaimana muslimah menjadi filter informasi bagi dirinya dan lingkungannya,” ujar Dr. Desi di hadapan ratusan peserta.
Ia juga menyoroti ancaman seperti hoaks, perundungan siber, dan eksploitasi perempuan di dunia maya.
Untuk menghadapinya, Dr. Desi mendorong penguatan pemahaman agama, literasi digital, serta kolaborasi dalam komunitas muslimah yang saling mendukung.
Ketua pelaksana Fornis Akbar menyampaikan bahwa tema kegiatan ini relevan dengan kondisi mahasiswi masa kini. “Kami ingin mahasiswi tidak hanya melek teknologi, tetapi juga menjaga identitas keislaman,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari penuh sesaknya auditorium dan aktifnya sesi tanya jawab yang membahas isu aktual di media sosial.
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Fornis Dema UIN MY Batusangkar yang berfokus pada pemberdayaan dan pengembangan kapasitas mahasiswi. Melalui seminar ini, universitas menunjukkan komitmen mencetak generasi muslimah unggul, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 10.30 WIB dengan penyerahan plakat penghargaan kepada pemateri serta sesi foto bersama.(*)
Editor : Heri Sugiarto