Pemindahan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung aman dan terpantau.
Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum, Rici Noviasari, mengatakan total siswa berjumlah 116 orang, dan tujuh di antaranya sementara belajar di SDN 02 Lubuk Buaya mengikuti relokasi keluarga ke hunian sementara.
“Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.
Rici menjelaskan bahwa setelah banjir pertama melanda Batu Busuk, para guru langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi titik pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang.
“Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” tuturnya.
Menurut Rici, pembelajaran sempat kembali berlangsung di SD Bustanul Ulum pada 15 Desember 2025 dengan jam pulang dipersingkat karena cuaca buruk.
Namun, banjir susulan pada akhir Desember kembali memutus akses jalan ke sekolah sehingga seluruh pihak sepakat memindahkan pembelajaran ke Diklat PT Semen Padang.
“Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke diklat,” katanya.
Rici menambahkan, siswa dijemput dan diantar menggunakan bus operasional yang disediakan perusahaan. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut.
“Kami mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Kepedulian ini sangat berarti,” ucapnya.
Salah satu wali murid, Miftahul Jannah, juga mengapresiasi fasilitas yang diberikan. Menurutnya, perhatian PT Semen Padang sangat membantu anak-anak yang kini tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh.
Baca Juga: Permintaan Valas di Padang Melonjak 60% saat Nataru, Warga Ramai Tukar Ringgit dan Dolar
“PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional,” jelasnya.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan dukungan kepada sekolah binaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat Batu Busuk.
“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.
Ia menyebut PT Semen Padang mengalokasikan sekitar Rp500 juta per tahun untuk operasional SD Bustanul Ulum di bawah Yayasan Igasar Semen Padang.
Dukungan pada masa pemulihan ini, katanya, diharapkan dapat memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi.
Saat ini, kelas-kelas sementara di Diklat PT Semen Padang dimanfaatkan hingga akses menuju SD Bustanul Ulum kembali pulih dan dinyatakan aman untuk digunakan kembali.(*)
Editor : Hendra Efison