PADEK.JAWAPOS.COM — Seorang pemuda asal Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Yoga Pratama, berhasil meraih peluang kerja ke Jepang setelah mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya yang difasilitasi Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) setempat dengan dukungan penuh dari PT Semen Padang.
Saat ini, Yoga telah dinyatakan lulus dan tinggal menunggu proses penerbitan izin tinggal sebelum diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja di sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Baca Juga: BRI Super League: Semen Padang FC Hadapi Madura United, Pertarungan Penentu Nasib Degradasi
Menurutnya, program ini tidak sekadar pelatihan, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang yang diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kesempatan kerja ke Jepang membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga peserta secara signifikan. Dengan penghasilan tetap, mereka diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga,” ujar Win di Indarung, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.
“Kami berharap kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi membuka jalan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Baca Juga: Viral di Medsos, Pelaku Parkir Liar Diamankan
Program ini juga dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa peserta program dipersiapkan melalui pelatihan intensif bersama Forum Nagari dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.
Pembekalan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan pemahaman budaya kerja.
“Penguasaan bahasa serta pemahaman budaya menjadi kunci utama agar peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga mampu bertahan dan sukses di sana,” katanya.
Hernes juga menyebutkan bahwa program tersebut tidak akan berhenti di Kelurahan Koto Lua.
Inisiatif ini dirancang sebagai proyek percontohan yang berpotensi dikembangkan ke wilayah lain.
Sementara itu, Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Koto Lua, Nofial, menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk memberdayakan generasi muda, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Kami mengapresiasi dukungan PT Semen Padang yang terus menghadirkan program nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Nofial di Koto Lua, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Catatan Ekspedisi Seven Summit West Sumatera (1): Menuju ”Atap Langit” Sumatera
Ia juga menjelaskan bahwa biaya pelatihan sebesar Rp6,5 juta per peserta tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan menggunakan skema dana bergulir.
Peserta yang telah bekerja nantinya akan mengembalikan biaya tersebut untuk membiayai peserta berikutnya.
Skema ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di masa mendatang.(*)
Editor : Hendra Efison