PADEK.JAWAPOS.COM – Wisuda tahfidz SDIT Attin Sumbar yang diikuti 89 santri berlangsung di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mencetak generasi Qurani sekaligus mendukung program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, Satu Rumah Satu Hafiz.
Acara akhirussanah dan wisuda tahfidz itu dihadiri langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, para santri menerima apresiasi atas capaian mereka menghafal Al-Quran sejak usia sekolah dasar. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Yota Balad menyebut para santri yang diwisuda bukan hanya berhasil menguasai hafalan Al-Quran, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi masa depan Kota Pariaman.
Wisuda Tahfidz SDIT Attin Dukung Program Satu Rumah Satu Hafiz
Menurut Yota Balad, pendidikan berbasis Al-Quran memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong lahirnya lebih banyak hafiz dan hafizah melalui berbagai program pendidikan keagamaan.
Ia menilai kegiatan wisuda tahfidz yang digelar SDIT Attin Sumbar sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
“Anak-anak kita yang diwisuda hari ini merupakan investasi masa depan dan cahaya pembawa keberkahan bagi Kota Pariaman. Wisuda hari ini adalah awal untuk mengikuti jenjang lebih tinggi,” ujar Yota Balad.
Menurutnya, anak-anak yang tumbuh bersama Al-Quran akan memiliki fondasi akhlak yang kuat sekaligus menjadi aset berharga bagi pembangunan daerah pada masa mendatang.
Selain itu, keberadaan para hafiz muda juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk semakin mencintai dan mempelajari Al-Quran sejak dini.
SDIT Attin Dinilai Berhasil Cetak Generasi Berakhlak
Yota Balad mengapresiasi Yayasan Islam Attin Indonesia (IATI) dan SDIT Attin Sumbar yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis keislaman dan tahfidz Al-Quran.
Menurutnya, sekolah tersebut tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui pembelajaran agama yang kuat.
“Wisuda tahfidz ini membuktikan bahwa SDIT Attin Sumbar tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, mencintai, dan menghafal Al-Quran,” katanya.
Ia berharap SDIT Attin Sumbar terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemajuan pendidikan di Kota Pariaman.
Santri Diminta Terus Menjaga Hafalan Al-Quran
Pada kesempatan itu, Yota Balad juga berpesan kepada seluruh santri yang telah diwisuda agar tidak berhenti pada capaian hafalan yang diraih saat ini.
Ia meminta para santri terus menjaga, mengulang, dan mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hafalan yang terpelihara akan menjadi bekal penting dalam menjalani pendidikan dan kehidupan sosial di masa depan.
Selain menjadi kebanggaan keluarga, para hafiz muda juga diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Quran tidak hanya tersimpan dalam hafalan, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan karakter generasi muda.
Melalui wisuda tahfidz yang diikuti 89 santri tersebut, SDIT Attin Sumbar kembali menunjukkan perannya dalam mencetak generasi Qurani yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan daerah.(*)
Editor : Hendra Efison