Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Diresmikan Gubernur Mahyeldi, Pondok Pesantren AIMS Hadir di Batang Kapas

Novitri Selvia • Selasa, 11 April 2023 | 11:08 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat melakukan penandatanganan prasasti peresmian Pondok Pesantren AIMS di Batang Kapas, Selasa (11/4).(IST)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat melakukan penandatanganan prasasti peresmian Pondok Pesantren AIMS di Batang Kapas, Selasa (11/4).(IST)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, resmikan Pondok Pesantren Abdullah Ibnu Mas'ud Sumatera (AIMS) di Kampung Pasar Gompong, Nagari Koto Nan Tigo, Kecamatan Batang Kapas, kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Selasa (11/4).

Peresmian pesantren setingkat Madrasah Aliah (MA) yang didirikan pada lahan seluas 2 hektar oleh pasangan suami istri Dedi Eryandra Putra dan Belinda Wati, perantau Australia itu, turut dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, Kacabdin Pendidikan Wilayah VII Sumbar, Muslim Arif, Camat Batang Kapas, Deni Anggara, Anggota DPRD Dapil 1 Pessel, Muspika Batang Kapas, dan para tokoh masyarakat.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat peresmian itu memberikan apresiasi kepada pasangan suami istri perantau Australia asal Kecamatan Batang Kapas tersebut. "Apresiasi ini saya sampaikan karena telah melakukan perbuatan mulia membangun pondok pesantren di kampung halaman," katanya.

Disampaikannya bahwa dari sejak dahulu perantau ranah minang memang selalu tidak lupa memajukan kampung halaman dengan nilai-nilai keislaman.

"Ini luar biasa sekali menurut saya. Merantau ke Australia, pulang kampung bangun pondok pesantren. Biasanya, yang bangun pesantren orang-orang yang merantau ke Timur Tengah. Ini rantaunya baru ke Australia, tapi sudah mampu mendirikan pondok pesantren. Ini sungguh luar biasa," ujarnya.

Dia berharap seluruh masyarakat di Batang Kapas bisa menyambut dan mendukung lebih baik lagi untuk kemajuan pondok pesantren AIMS itu kedepannya.

"Saya berharap, walau sekarang muridnya hanya tiga orang, ke depan bisa menampung sebanyak tiga ribu orang. Hal itu bukan tidak mungkin, karena banyak peluang untuk bisa menambah jumlah murid. Dari Tapan bisa kesini, dari Mukomuko dan Bengkulu juga bisa ke sini. AIMS ini satu-satunya di Sumatera. Lokasinya cukup luas. Ayo kita menghadirkan penghafal Alquran. Kita persiapan pemuda-pemudi kita untuk kepemimpinan di masa depan," pintanya.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan kehadiran pesantren-pesantren baru di Sumatera Barat juga bersesuaian dengan implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.

Dijelaskannya bahwa Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), dan adat salingka nagari itu menjadi kearifan lokal dan memang diakui sebagai nilai-nilai pembangunan di Sumatera Barat.

"Artinya apa, kehadiran pesantren ini menjadi bagian dan penyempurna ABS- SBK itu di ranah minang. Tadi motonya berilmu, beriman dan beribadah. Jadi, masuk pesantren anak-anak kita ini, dikuatkan ilmunya, iman dan ibadahnya, sehingga ke depan akan menjadi personal dan pemimpin bangsa ke depan. Silahkan jadi banyak hal, tapi awali dengan menghafal alquran itu yang mendasarinya," tutur Mahyeldi.

Dia juga mengimbau seluruh perantau di ranah minang untuk tidak lupa membangun kampung halaman sendiri. Dimanapun berada, harus memiliki semangat kebersamaan, kekompakan dan berkolaborasi untuk meraih kesuksesan.

Dedi Eyandra Putra, dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Gubernur Mahyeldi bersama rombongan yang telah melakukan peresmian terhadap pondok pesantren tersebut.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terimakasih banyak atas kedatangan bapak gubernur dan rombongan pejabat serta semua unsur lapisan masyarakat. Sehingga pondok pesantren AIMS dapat diresmikan hari ini," katanya.

Dia menyebut bahwa saat ini murid yang masuk ke pondok pesantren AIMS baru tiga orang. Namun atas kehendak yang Maha Kuasa akan bisa terus bertambah.

"Misi kita, yaitu untuk memajukan anak cucu kita ke depan. Mereka bisa sukses dengan ilmu, iman dan ibadah. Sekarang memang muridnya ada tiga orang, tapi Allah tidak menilai hasilnya, yang dinilai adalah prosesnya," ucapnya.

Untuk pengembamgan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang ilmu agama, pondok pesantren AIMS juga telah mendatangkan tenaga pengajar dari dalam dan luar daerah, termasuk juga yang terbaru mendatangkan ustad dari Bogor,Jawa Barat.

"Dari utu saya berharap masyarakat dapat mendukung kemajuan pondok pesantren ini, khususnya masyarakat Kecamatan Batang Kapas," harapnya. Dijelaskannya bahwa saat ini infrastruktur yang ada yaitu dua ruang kelas, juga ada rumah tahfidz kecil, dan pengembangan pembangunan asrama putra dan putri.

"Dalam waktu dekat kita juga akan menyegerakan pembangunan mushola, karena sebagian material tersedia," terangnya. (yon)

  Editor : Novitri Selvia
#Pondok Pesantren AIMS #Batang Kapas #mahyeldi ansharullah