Selain pameran bazar dan penyaluran paket bantuan kepada balita yang bermasalah dengan gizi, melalui momen HGN itu Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, melalui Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, juga melakukan penyerahan hadiah terhadap tiga orang pemenang lomba pembuat video Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).
Sekkab Pessel Mawardi Roska dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Pessel ditetapkan sebagai salah satu kabupaten prioritas pencegahan dan penurunan Stunting di Indonesia.
Penetapan itu bertujuan agar angka Stunting bisa diturunkan karena di Sumbar kasus Stunting Pessel tergolong tinggi.
"Berdasarkan hasil riset Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting Pesisir Selatan berada pada kategori tinggi yaitu 29,8 persen. Angka ini berada di atas prevalensi stunting Sumbar yang hanya 25,2 persen, dan nasional 21,6 persen. Karena tinggi, sehingga daerah ini ditetapkan sebagai salah satu kabupaten prioritas pencegahan dan penurunan stunting di Indonesia," katanya.
Peringatan HGN Ke 64 tersebut juga dihadiri Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Pessel, Ratih Pramutri, serta seluruh kepala perangkat daerah, asisten, staf ahli, dan aparatur Pemkab Pessel.
Melalui moment HGN yang dihadiri oleh seluruh anggota DPC PERSAGI Pessel itu, dia berharap dapat meningkatkan komitmen seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting melalui program yang telah dirancang.
"Tujuannya agar program dan kerjasama yang sinergis itu berkontribusi dalam mencapai target 14 persen prevalensi stunting di tahun 2024 ini, bahkan jika bisa, mari kita berupaya untuk mewujudkan Pesisir Selatan menuju zero stunting," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa permasalahan gizi dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya penyakit tidak menular, termasuk stunting yang memiliki dampak negatif lanjutan permanen.
"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan Pesisir Selatan menjadi salah satu kabupaten prioritas, dari 100 kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini tentu berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia, yang menjadi pondasi utama pelaksanaan pembangunan, dimana keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya," kata Mawardi lagi.
Dijelaskan lagi bahwa Pemkab Pessel memang benar-benar serius dalam memerangi angka stunting. Keseriusan itu ditunjukkan melalui Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor : 460/177/Kpts/BPT-PS/2023 Tentang Penetapan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2023.
"Intervensi penanganan stunting ini tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja namun dilaksanakan secara multisektor. Karena tingkat keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh sektor non kesehatan," ungkapnya.
Ditambahkan lagi bahwa saat ini masih ditemui anak-anak yang tidak suka makan sayur, ikan, buah-buahan, dan makanan bergizi lainnya. Kondisi itu dipengaruhi oleh kebiasaan lingkungan tempat tinggal disamping kurangnya pengetahuan dari orang tua sendiri.
Bahkan sekarang anak-anak lebih suka dengan makanan siap saji dengan memakai penyedap rasa yang bisa menghambat pertumbuhan sel otak besar.
"Ini bahaya, dan ini masuk imperialisme yang pada akhirnya membuat Sumber Daya Manusia (SDM) anak anak Indonesia menjadi rendah dan tidak memiliki daya saing, yang pada akhirnya kita hanya akan dijadikan sebagai pasar oleh negara-negara lain," ucapnya.
Berdasarkan hal itu sehingga pameran bazar dan lomba MP-ASI kaya protein hewan cegah stunting yang digelar melalui peringatan HGN tersebut sangat dia apresiasi.
Ketua Panitia HGN 2024 Pessel, Melda Eka Sartika, menambahkan kepada Padang Ekspres di sela-sela kegiatan itu bahwa ada tiga pemenang lomba membuat video MP-ASI di tahun 2024 ini.
"Tiga orang pemenang itu diantaranya, juara 1 Ala Yolanda Chairunnisa, dari Nagari Lumpo, juara 2 Puskesmas Barung Barung Belantai, dan juara 3 Noparianti dari Tarusan. Melalui momen ini kita juga menyerahkan bantuan makanan terhadap 20 balita stunting atau yang bermasalah dengan gizi," timpalnya. (yon)
Editor : Novitri Selvia