PADEK.JAWAPOS.COM-Saat ini pemerintah terus berpacu dengan kemajuan teknologi informasi. Sebab jika tidak dipacu, maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan tertinggal dan usang. Upaya itu sekarang juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) agar tidak tertinggal melalui berbagai bentuk pelatihan, baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun terhadap masyarakat sendiri.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, saat membuka pelatihan Goverment Transformation Academi (GTA) yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, kerjasama Pemkab Pessel, Senin (5/8) di Hotel Hannah Painan.
Pembukaan pelatihan yang diikuti oleh 100 orang peserta dari berbagai perangkat daerah itu, terlihat juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pessel, Yoski Wandri, Kepala Bagian (Kabag) Umum BBPSDMP Kominfo Medan, Yusrizal, Kadis Kominfo Pessel, Wendi, dan para pejabat eselon II dan III Lainnya di jajaran Pemkab Pessel.
Sekkab Pessel, Mawardi Roska dalam kesempatan itu juga menekankan betapa pentingnya digitalisasi bagi ASN. "Kedepan, ASN yang mau dan mampu menyesuaikan diri dengan TIK akan menjadi ASN yang sangat dibutuhkan," katanya.
Dari itu dia berharap pelatihan yang digelar selama lima hari kedepan itu benar-benar dapat memfasilitasi pengembangan kompetensi ASN untuk mendukung upaya pemerintah dalam transformasi digital.
"Kita yang hadir saat ini barangkali merasakan perubahan nyata dari pelayanan pemerintah dari yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi pelayanan pemerintahan yang berbasis teknologi. Bahkan kita juga bisa melihat dan merasakan berbagai perubahan perilaku ekonomi jauh melampaui kemampuan dukungan regulasi pelayanan pemerintahan," ujarnya.
Menyadari kebutuhan akan pelayanan yang berbasis teknologi informasi tersebut, sehingga pemerintah telah menetapkan arah kebijakan reformasi birokrasi tahun 2020-2024, yaitu mempercepat terciptanya birokrasi digital dan mempercepat dampak pelaksanaan reformasi birokrasi.
Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan terimakasih kepada BBPSDMP Kominfo Medan yang telah memberi perhatian khusus kepada Pemkab Pessel dengan menyelenggarakan pelatihan dengan tiga tema tersebut. Diantaranya, Digital Public Relation, Social Media Analyst, dan Analisa Kota Cerdas.
"Dari itu saya mengingatkan sekaligus berharap kepada seluruh peserta untuk serius mengikuti pelatihan ini. Kita ke depan daerah ini memiliki ASN yang adaptif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan zaman, agar segala permasalahan dasar dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat dapat diselesaikan," ungkapnya.
Dia juga berharap pelatihan itu bisa menjadi agenda rutin di daerah itu, karena melalui kegiatan itu daerah akan sangat terbantu dan termotivasi dalam meningkatkan kompetensi aparatur.
Ketua panitia pelaksana, Gustin Yulia Roza, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai dengan amanat Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE.
"Berdasarkan hal itu, sehingga kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber utama, termasuk juga Sekkab Pessel, Mawardi Roska, Kepala BKPSDM Yoski Wandri, Kadis Kominfo, Wendi, dan perwakilan dari BBPSDMP Kominfo Medan," jelasnya.
Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, melalui Kabag Umum, Yusrizal, dalam sambutannya juga berharap agar semua sektor, termasuk ASN dan UMKM, dapat beradaptasi dengan digitalisasi dan meningkatkan keterampilan TIK mereka.
"Dari itu melalui pelatihan GTA yang digelar mulai hari ini Senin (5/8) hingga Jumat (9/8) dengan 100 orang peserta ini kita menghadirkan tiga tema dalam pembahasan. Diantaranya, sosial media analyst 35 orang peserta, digital publik relation 35 orang peserta, dan analis kota cerdas sebanyak 30 orang peserta pula," jelasnya. (yon)
Editor : Novitri Selvia