PADEK.JAWAPOS.COM-Seiring kemajuan dan perkembangan zaman, ternyata perempuan juga memiliki peran yang cukup besar dalam berbagai aspek kehidupan.
Bahkan perempuan memiliki potensi yang juga cukup besar bisa menjadi agen perubahan baik di bidang pendidikan, ekonomi, termasuk juga sosial politik.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI dari fraksi Partai Nasdem, Lisda Hendrajoni, ketika menjadi narasumber pada pelatihan pengkaderan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Sumbar yang juga diisi dengan agenda bincang-bincang (Talkshow) bertajuk "Perempuan Bisa Apa" Jumat (27/12) di Gedung BNPMP Sumbar di Padang.
Hadir juga dalam kesempatan itu Anggota DPRD Sumbar, Sri Kumala Dewi, asal daerah pemilihan (dapil) 8 Pessel-Mentawai dari Fraksi PDI-P.
Dalam materinya Lisda Hendrajoni yang akrab disapa Bunda Lisda itu menyampaikan peran perempuan dalam perspektif Islam, dan belajar dari tokoh perempuan inspiratif dalam Islam yakni Siti Khadijah dan Aisyah RA.
“Perempuan dalam perspektif Islam dapat kita rujuk melalui dua sosok perempuan yang inspiratif dalam Islam. Dua perempuan itu adalah Siti Khadijah dan Aisyah RA. Dimana Siti Khadijah merupakan seorang pengusaha yang sukses dan Aisyah adalah seorang ilmuwan yang menjadi rujukan agama Ilmu Fiqih dan Hadist. Dan keduanya juga merupakan pendukung utama Rasullullah dalam berdakwah," kata Lisda.
Dalam Quran Surat An-Nisa ayat 124, Allah SWT berfirman, “ Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka mereka itu akan masuk surga".
Hal itu menurut Lisda merupakan bentuk penegasan kesetaraan ataupun peluang yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk berprestasi, baik di dunia maupun akhirat.
"Kita memaknai disini peluang yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam berprestasi baik di dunia dan akhirat. Bahkan Islam memberikan tempat yang istimewa bagi perempuan-perempuan yang beriman," ucapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa perempuan merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.
"Jika seorang ibu cerdas, maka generasi yang dilahirkan juga akan cerdas. Sementara di bidang perekenomian, saat ini banyak perempuan yang menjadi penggerak perekonomian keluarga dan masyarakat, termasuk melalui wirausaha. Bahkan di bidang sosial politik sekalipun, dimana saat ini tidak sedikit perempuan yang menjadi pemimpin dalam organisasi, bahkan di tingkat nasional," ungkapnya.
Namun demikian, Politisi Partai Nasdem tersebut menjelaskan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dilalui para perempuan meski di era modern dan kesetaraan gender saat ini.
“Masih ada anggapan bahwa perempuan hanya pantas berada di rumah yang kita kenal dengan budaya patriarki, hingga akses yang terbatas sehingga saat ini banyak perempuan yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan atau pekerjaan yang layak,” jelasnya.
Istri Bupati Pesisir Selatan terpilih itu juga memberikan solusi dari tantangan tersebut dengan memperkuat literasi dan keterampilan, serta membangun solidaritas.
"Perempuan harus terus belajar dan mengembangkan diri, baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Serta membangun solidaritas. Contohnya seperti Aisyiyah ini sebagai tempat untuk saling mendukung dan mendorong kemajuan bersama. Dan semuanya dapat kita mulai dengan hal-hal kecil, misalnya dari keluarga,” terangnya.
Sehingga ketika muncul pertanyaan "Perempuan Bisa Apa", tentunya hal itu menurut Lisda cukup menggelitik. "Karena jawabannya, perempuan bisa melakukan apa saja, selama itu baik dan bermanfaat," pungkasnya. (yon)
Editor : Novitri Selvia