Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PTBA Lestarikan Pantai Taluak Pessel Lewat Penanaman Ribuan Bibit Mangrove

Heri Sugiarto • Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:46 WIB

Aksi PT Bukit Asam tanam 9.000 bibit mangrove di Pantai Tan Sridano, Pesisir Selatan, Sumbar, Jumat (23/5/2025). (Foto: Humas)
Aksi PT Bukit Asam tanam 9.000 bibit mangrove di Pantai Tan Sridano, Pesisir Selatan, Sumbar, Jumat (23/5/2025). (Foto: Humas)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota holding industri pertambangan MIND ID, meluncurkan program Bukit Asam Mangrove Nexus Initiative melalui penanaman akbar 9.000 bibit mangrove di Pantai Tan Sridano, Nagari Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Jumat (23/5/2025).

Program di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) ini bertujuan memperkuat ekosistem pesisir dan mencegah abrasi di wilayah pesisir Sumatera Barat.

Inisiatif ini bentuk komitmen PTBA terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan pemberdayaan masyarakat, melalui pendekatan berbasis keterhubungan ekosistem (nexus) yang mengintegrasikan daratan, laut, dan komunitas lokal secara berkelanjutan.

"Program ini tidak hanya fokus pada penanaman mangrove, tetapi menekankan pendekatan ekologis yang terukur dan partisipatif," ujar Division Head Sustainability PTBA, Dedy Saptaria Rosa.

Menurut Dedy, mangrove memiliki peran vital dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menyerap emisi karbon, serta menjadi habitat penting bagi berbagai jenis biota laut.

"Penanaman dilakukan dengan mempertimbangkan jenis mangrove lokal, kondisi tanah, pasang surut, serta kearifan lokal masyarakat," tambahnya.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kontribusi PTBA dalam menjaga lingkungan pesisir.

Ia menegaskan pentingnya hutan mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi sekaligus sebagai kawasan pembibitan alami bagi ikan dan makhluk hidup lainnya.

“Mangrove bukan hanya sekadar pohon yang tumbuh di pesisir. Ia adalah pelindung daratan dari abrasi dan tempat pembibitan alami bagi ikan serta makhluk hidup lainnya,” kata Hendrajoni.

Kolaborasi dengan PTBA ini, diharapkan Hendrajoni, memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha seperti PTBA dapat terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Wandi Afrizal mengapresiasi inisiatif PTBA sebagai bentuk nyata kolaborasi industri dan pelestarian lingkungan.

"Program ini bisa menjadi contoh integrasi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim," katanya.

Program Bukit Asam Mangrove Nexus Initiative, menurutnya menjadi langkah konkret perusahaan tambang dalam berkontribusi pada pembangunan lingkungan yang berwawasan ekologis dan berkelanjutan di Indonesia. (*)

Editor : Heri Sugiarto
#pelestarian lingkungan pesisir #Pantai Tan Sridano #abrasi pantai #pt bukit asam #program CSR PTBA #penanaman mangrove #ekosistem mangrove