Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rp 8 Miliar untuk Jembatan Koto Rawang

Yoni Syafrizal • Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:45 WIB

BAKAL DIPERBAIKI: Kondisi jembatan darurat yang melintasi Sungai Batang Tambang di Nagari Koto Rawang, masih digunakan warga meski tanpa pengaman.(DOKUMEN M. JONI UNTUK PADEK)
BAKAL DIPERBAIKI: Kondisi jembatan darurat yang melintasi Sungai Batang Tambang di Nagari Koto Rawang, masih digunakan warga meski tanpa pengaman.(DOKUMEN M. JONI UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harapan masyarakat Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), untuk kembali memiliki jembatan gantung yang rusak akibat banjir bandang pada Maret 2024, akhirnya mendapat titik terang.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana sebesar Rp8 miliar untuk membangun kembali jembatan tersebut.

Dengan terealisasinya pembangunan ini, ribuan warga yang selama ini terisolasi di seberang Sungai Batang Tambang akan kembali memiliki akses aman. Sejak jembatan darurat yang dibangun sementara dioperasikan, warga terus dihantui rasa khawatir.

Jembatan sementara tersebut memiliki lebar hanya sekitar 1 meter dan panjang 50 meter tanpa pengaman. Beberapa warga dilaporkan pernah terjatuh ke sungai saat melintas, dan salah satunya meninggal dunia.

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi, menyampaikan kepastian pembangunan itu saat menjadi pembina apel gabungan di halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan, Senin (3/8).

“Anggaran yang sempat tertunda kini telah dibuka kembali dan pembangunan fisik akan segera dimulai. Besaran anggarannya sekitar Rp8 miliar. Memang sebelumnya sempat dibintangi (dipending), tetapi sekarang sudah dibuka dan siap dilaksanakan,” jelas Risnaldi.

Ia juga menegaskan bahwa informasi ini sebelumnya telah disampaikan secara berulang oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, kepada masyarakat.

Risnaldi menambahkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Kepala Balai Kementerian PUPR di Padang untuk memastikan realisasi anggaran tersebut.

Jembatan gantung yang menghubungkan Nagari Koto Rawang dan Nagari Salido Ketek rusak parah akibat banjir bandang pada Maret 2024. Kerusakan itu memutus total akses transportasi warga, yang sangat bergantung pada jembatan tersebut untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Sebagai upaya darurat, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama masyarakat membangun jembatan sementara dari bahan kayu dan balok.

Namun, jembatan tersebut rusak kembali diterjang banjir. Pemerintah kemudian membangun jembatan darurat baru menggunakan konstruksi baja ringan.

Meski demikian, kondisi jembatan darurat tetap memprihatinkan karena minimnya aspek keselamatan. Sejumlah insiden telah terjadi, termasuk kecelakaan fatal.

“Beberapa warga pernah terjatuh saat melintas, bahkan terakhir seorang warga bernama Nurhayati (56) meninggal dunia setelah motornya terperosok ke dasar jembatan,” ujar Risnaldi.

Dengan adanya kepastian pembangunan jembatan permanen dari Kementerian PUPR, pemerintah daerah berharap konektivitas serta keselamatan masyarakat Nagari Koto Rawang dapat segera dipulihkan seperti sedia kala. (yon)

Editor : Novitri Selvia
#Risnaldi #Sungai Batang Tambang #Jembatan Koto Rawang #perbaikan jembatan