Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembangunan Jembatan Gantung Kampung Tanjung Mendesak

Yoni Syafrizal • Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:45 WIB

CEK LAPANGAN: Bupati Pessel, Hendrajoni bersama Tim teknis BNPB, Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, dan para pejabat eselon II dan III lainnya ketika melakukan kunjungan ke Kampung Tanjung, Pessel.
CEK LAPANGAN: Bupati Pessel, Hendrajoni bersama Tim teknis BNPB, Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, dan para pejabat eselon II dan III lainnya ketika melakukan kunjungan ke Kampung Tanjung, Pessel.

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bersama tim teknis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meninjau langsung kondisi jembatan gantung yang rusak parah di Kampung Tanjung, Nagari Duku Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan, Selasa (19/8).

Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Bupati Pessel, Hendrajoni. Ini sebagai bentuk respon cepat atas laporan masyarakat terkait kondisi jembatan yang tidak lagi bisa digunakan pascabanjir yang menerjang kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan gantung yang menjadi penghubung utama antar kampung ini kini dalam kondisi rusak berat. Akses vital warga untuk menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan pun lumpuh total.

“Kunjungan ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah bersama BNPB pusat untuk memastikan langsung kondisi infrastruktur publik yang berdampak besar pada kehidupan warga,” ujar Bupati Hendrajoni usai peninjauan.

Ia menegaskan bahwa kerusakan jembatan ini bukan hanya sekadar gangguan teknis, tetapi menyangkut keselamatan dan hak dasar warga untuk mobilitas.

Tim teknis BNPB Pusat yang hadir turut melakukan pengecekan terhadap struktur jembatan. Hasil awal menunjukkan bahwa jembatan tidak bisa lagi digunakan dan membutuhkan pembangunan ulang secara permanen.

“Kita akan segera menyusun laporan teknis bersama BNPB. Ini mendesak dan harus segera kita tindak lanjuti ke pemerintah pusat agar bantuan rehabilitasi bisa segera dikucurkan,” kata Hendrajoni.

Tokoh masyarakat setempat, Simon Tanjung, menyambut baik kedatangan tim tersebut. Dia berharap pemerintah pemerintah bergerak cepat. “Kami sangat berharap jembatan ini segera dibangun. Ada lebih dari 1.000 jiwa di seberang sungai yang kini kesulitan akses,” ujarnya.

Menurut Simon, saat ini warga harus memutar sejauh beberapa kilometer untuk bisa mencapai pusat nagari. Hal ini sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak sekolah dan lansia yang memerlukan layanan kesehatan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Yuskardi, menyatakan pihaknya telah melakukan kajian awal sejak banjir menerjang kawasan itu. “Kami sudah mengusulkan pembangunan jembatan ini melalui dana siap pakai BNPB. Ini sudah masuk dalam prioritas utama,” katanya.

Yuskardi juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan darurat tidak memungkinkan karena lebar sungai dan arus yang deras.  “Solusi terbaik adalah pembangunan jembatan permanen yang tahan terhadap bencana,” jelasnya.

Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, yang turut hadir dalam peninjauan mengatakan, pihak legislatif siap mendukung percepatan pembangunan melalui penganggaran atau koordinasi lintas sektor. “Ini menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak. DPRD tentu akan memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Menurut Darmansyah, keberadaan infrastruktur penghubung seperti jembatan bukan hanya memperlancar akses ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin kehidupan warganya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap bersabar dan menjaga keamanan di sekitar lokasi bekas jembatan, agar tidak terjadi kecelakaan.

Dalam kunjungan tersebut juga turut hadir beberapa pejabat eselon II dan III lainnya,  serta para tokoh masyarakat setempat yang berharap pembangunan segera terealisasi. (yon) 

Editor : Novitri Selvia
#Kampung Tanjung #Yuskardi #jembatan gantung rusak #Nagari Duku Utara #BPBD Pessel #DPRD Pessel