Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasar Painan Ditarget Rampung 2026, Tender Rp27 Miliar Pernah Gagal Dua Kali

Yoni Syafrizal • Kamis, 4 September 2025 | 12:00 WIB
BAKAL DISELESAIKAN: Kondisi bangunan Pasar Painan yang masih terbengkalai usai proyek tahap awal dihentikan pada 2024 lalu.
BAKAL DISELESAIKAN: Kondisi bangunan Pasar Painan yang masih terbengkalai usai proyek tahap awal dihentikan pada 2024 lalu.

PADEK.JAWAPOS.COM-Pembangunan lanjutan Pasar Painan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali memasuki tahap tender. Proses ini ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nilai anggaran sekitar Rp27 miliar.

Bupati Pessel, Hendrajoni, menegaskan pada Selasa (3/9) bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kementerian PUPR di Padang.

Menurutnya, informasi ini penting agar tidak menimbulkan simpang siur di tengah masyarakat. “Pembangunan lanjutan Pasar Painan saat ini sedang dalam proses tender dengan anggaran Rp27 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses lelang untuk proyek ini bukan yang pertama. Sebelumnya, tender telah dilakukan pada Juni 2025, namun gagal menghasilkan pemenang. Saat ini, proses tender telah memasuki kali ketiga.

“Kalau pemenang tender sudah ditetapkan dan pekerjaan dimulai Oktober, maka perkiraan April 2026 selesai,” kata Hendrajoni.
Bupati optimistis pembangunan pasar bisa rampung sesuai jadwal.

Dengan begitu, para pedagang yang selama ini menunggu kepastian bisa segera menempati fasilitas baru. “Harapan kita, tahun 2026 para pedagang sudah bisa menempati pasar baru,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Pessel, Afriman Julta, mengungkapkan bahwa pembangunan tahap awal Pasar Painan sempat dikerjakan oleh PT Putra Jaya Andalan. Nilai kontraknya saat itu mencapai Rp53,3 miliar dan diaddendum menjadi Rp58 miliar.

Namun, hingga kontrak berakhir pada Desember 2024, perusahaan hanya mampu menyelesaikan sekitar 72 persen pekerjaan. Akibatnya, proyek dinyatakan putus kontrak dan pasar menjadi terbengkalai.

Afriman meminta para pedagang bersabar menghadapi kondisi ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama kementerian terkait sedang berupaya menuntaskan proyek tersebut.

“Ini memang warisan proyek yang terbengkalai dari pemerintahan sebelumnya, tetapi Bapak Bupati Hendrajoni berkomitmen penuh untuk menuntaskannya,” kata Afriman.

Dengan rampungnya pasar pada 2026 nanti, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat Painan kembali bergairah. Pasar baru ini, kata Afriman, dinilai strategis karena menjadi pusat perdagangan utama di ibu kota kabupaten. (yon)

Editor : Novitri Selvia
#pembangunan #Pasar Painan #Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Pessel #hendrajoni