Mulyadi yang merupakan cagub kebanggaan dan didukung Presiden Republik Indonesia ke VI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ini mengutip ayat Al-Quran Surat Ar-Ra'd Ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.
Dia berharap perubahan itu betul-betul terjadi pada hari pencoblosan nanti. Menggunakan hak politik yang telah dijamin Undang-Undang sebaik-baiknya. Memilih pemimpin yang telah bekerja nyata dan mampu mewujudkan Sumbar yang berkah dan sejahtera.
Mulyadi-Ali Mukhni mengajak seluruh masyarakat menyongsong perubahan bersama. Datang ke TPS dengan prosedur Covid-19.
"Oleh karena itu, kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat jangan sia-siakan untuk mengambil momentum perubahan tersebut pada 9 Desember 2020. Lah tibo nan dinanti," ucap Mulyadi.
Mulyadi menyampaikan, Sumbar butuh suasana baru dalam kepemimpinan. Dengan keterbatasan APBD Sumbar, menurutnya harus punya relasi dan hubungan yang kuat serta paham politik nasional.
Bersama Ali Mukhni, Mulyadi telah mewakafkan diri untuk mengabdi total bagi masyarakat Sumbar. Mulyadi pun rela meninggalkan jabatan DPR RI yang masih aktif hingga 2024.
Sebab menjadi pemimpin Sumbar harus memiliki niat untuk mengabdi. Sumbar yang punya keterbatasan harus punya pemimpin yang memiliki leadership yang kuat yang diyakini akan mampu membawa perubahan.
"Saya meninggalkan posisi sebagai anggota DPR RI untuk masyarakat Sumbar. Sudah banyak permintaan, baik dari masyarakat maupun tokoh-tokoh yang ada di ranah dan rantau," ujar Mulyadi. (idr) Editor : Novitri Selvia