Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penyuluh Diminta Jadi Penggerak Lompatan Produktivitas Petani di Limapuluh Kota

Irfan R Rusli • Rabu, 8 April 2026 | 15:21 WIB
RAKOR: Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang
membuka Rapat Koordinasi bersama seluruh penyuluh
pertanian se-Kabupaten Limapuluh Kota di Gedung
IPHI, Tanjung Pati, Senin (6/4).(DOK DISKOMINFO LIMAPULUH KOTA)
RAKOR: Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang membuka Rapat Koordinasi bersama seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Limapuluh Kota di Gedung IPHI, Tanjung Pati, Senin (6/4).(DOK DISKOMINFO LIMAPULUH KOTA)

 
PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, sektor pertanian merupakan salah satu penyangga utama perekenomian Kabupaten Limapuluh Kota. Oleh karena itu, sektor pertanian harus melompat maju. 

Hal itu ditegaskan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang saat membuka Rapat Koordinasi bersama seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Limapuluh Kota di Gedung IPHI, Tanjung Pati, Senin (6/4).

Bupati Safni menyampaikan tidak boleh lagi ada pola kerja biasa-biasa saja. Produktivitas pertanian harus ditingkatkan secara konkret, terukur, dan berdampak langsung terhadap kehidupan petani.

Baca Juga: Safni Sikumbang Siapkan 20 Ribu Bibit Alpukat untuk Petani

“Kalau kita masih bekerja dengan cara lama, hasilnya juga akan tetap sama. Hari ini kita butuh lompatan, bukan langkah kecil. Dan lompatan itu harus dimulai dari penyuluh,” tegas Bupati di hadapan peserta rakor.

Menurutnya, penyuluh pertanian bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, melainkan ujung tombak perubahan di lapangan. Di tangan para penyuluh, pengetahuan ditransformasikan, inovasi diperkenalkan, dan harapan petani dibangun kembali.

 Ia bahkan mengingatkan, keberadaan penyuluh harus benar-benar dirasakan oleh petani, bukan hanya hadir secara administratif.

Baca Juga: Daihatsu Tampil di GIICOMVEC 2026, Gran Max Jadi Andalan Solusi Bisnis Pelaku Usaha

“Jangan hanya datang membawa program, tapi pulang tanpa perubahan. Pastikan setiap langkah saudara melahirkan dampak. Petani harus lebih paham, lebih terampil, dan lebih produktif dari sebelumnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Safni menekankan tantangan pertanian ke depan tidak ringan mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga tekanan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan keberanian untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman.

“Tidak ada lagi alasan untuk tidak beradaptasi. Teknologi harus masuk ke sawah, ke ladang, ke kehidupan petani kita. Penyuluh harus menjadi jembatan antara kemajuan dan kebutuhan di lapangan,” lanjutnya.

Baca Juga: 66 Siswa SMAN 9 Padang Lolos PTN Tanpa Tes, Lima Raih Beasiswa Luar Negeri

Senada dengan Bupati Safni, Kepala Dinas Tanhortbun Witra Porsepwandi ingin memastikan bahwa seluruh penyuluh harus bergerak dalam satu irama, yakni meningkatkan produktivitas demi mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera, bukan sekadar bertahan hidup.

“Kita tidak sedang menjalankan program biasa. Kita sedang memperjuangkan masa depan petani. Kalau hari ini kita bekerja setengah hati, maka yang kita wariskan adalah ketertinggalan. Tapi kalau kita bergerak sungguh-sungguh, kita sedang menanam kesejahteraan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (cr7)

Editor : Novitri Selvia
#Pemkab Limapuluh Kota #Safni Sikumbang #pertanian