PADEK.JAWAPOS.COM - Masalah kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan ternyata bukan perkara sepele. Jika diabaikan, kondisi ini berisiko memicu kelahiran prematur hingga bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Guna mengantisipasi hal tersebut, RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Kelainan Gigi pada Ibu Hamil” di ruang tunggu Poliklinik.
Direktur RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah, dr. Nurman Eka Putra saat dikonfirmasi terkait giat tersebut menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan rumah sakit.
“Kegiatan penyuluhan kesehatan ini merupakan agenda tetap yang dilaksanakan setiap hari Kamis di poli rawat jalan. Tujuannya agar RSUD sebagai tempat berobat juga melaksanakan edukasi klinis secara langsung kepada masyarakat, di samping melalui media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, dan TikTok,” ujarnya, baru-baru ini.
Dokter Gigi RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah, drg. Chairunnisa, menjelaskan perubahan hormon progesteron selama kehamilan menjadi pemicu utama meningkatnya sensitivitas jaringan gusi terhadap bakteri. Hal ini sering menyebabkan peradangan atau yang dikenal dengan istilah gingivitis kehamilan.
“Peningkatan hormon progesteron membuat aliran darah ke gusi meningkat tajam. Akibatnya, gusi menjadi lebih sensitif terhadap plak dan bakteri. Jika dibiarkan, radang gusi kronis atau periodontitis ini berisiko bagi janin,” ujar drg. Chairunnisa di hadapan para pasien.
Ia memaparkan gejala umum yang sering dialami ibu hamil meliputi gusi yang membengkak, berwarna kemerahan, terasa nyeri, hingga mudah berdarah saat menyikat gigi. Gejala ini biasanya mulai muncul pada trimester pertama dan mencapai puncaknya pada trimester kedua serta ketiga.
Baca Juga: Bank Nagari Gelar Turnamen Billiard “Event Break & Celebrate 64”, Diikuti 64 Karyawan Se-Sumbar
Dalam pemaparannya, ia menekankan ibu hamil tidak perlu takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Menurutnya, tindakan medis tertentu justru sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan calon bayi.
“Ibu hamil sangat disarankan melakukan scaling atau pembersihan karang gigi ke dokter gigi, terutama pada trimester kedua. Tindakan ini aman dan efektif untuk mengatasi peradangan yang terjadi,” tambahnya.
Selain tindakan medis, pasien juga diberikan edukasi mengenai penanganan mandiri di rumah. Beberapa di antaranya adalah menyikat gigi dua kali sehari menggunakan bulu sikat yang halus, penggunaan benang gigi (dental floss), hingga berkumur dengan air garam untuk mengurangi peradangan.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pasien dan keluarga ini berlangsung interaktif. Untuk menambah antusiasme pengunjung poliklinik, pihak rumah sakit juga menyediakan doorprize menarik bagi beberapa pasien yang aktif bertanya dan menjawab kuis seputar materi kesehatan gigi.
Melalui sosialisasi diharapkan para ibu hamil lebih waspada terhadap perubahan sekecil apa pun pada area mulut. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menekan angka komplikasi kehamilan di wilayah Tanahdatar.
“Intinya jangan abai. Menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi teratur dan menghindari rokok adalah langkah awal yang sangat krusial agar janin tetap sehat hingga persalinan nanti,” tutup drg. Chairunnisa. (cc8)
Editor : Adriyanto Syafril