PADEK.JAWAPOS.COM - Seekor ular jenis piton dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Jorong Mandaliko, Nagari Labuah, Kecamatan Limakaum, Kabupaten Tanahdatar pada Minggu (12/4).
Kehadiran reptil besar tersebut sempat memicu kekhawatiran warga setempat karena tengah memangsa ternak.
Laporan gangguan satwa liar ini pertama kali disampaikan oleh Zulkifli, 59, seorang petani setempat yang merasa resah dengan hilangnya ternak miliknya.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanahdatar segera merespons laporan tersebut guna menghindari kerugian lebih lanjut bagi warga.
Kasat Damkar Tanah Datar Khairunas melalui Kabid Damkar Suradi membenarkan adanya aksi evakuasi tersebut.
“Kami menerima laporan dari warga bernama Bapak Zulkifli sekitar pukul 09.57 WIB. Tim segera bersiap dan langsung menuju lokasi di Jorong Mandaliko untuk melakukan penanganan,” ujar Suradi, kemarin.
Proses evakuasi melibatkan personil dari Piket Regu 1 Mako Damkar Tanahdatar. Setibanya di lokasi, petugas menemukan ular tersebut berada di sekitar area kandang ternak milik pelapor. Tim bergerak cepat namun hati-hati untuk mengamankan ular sepanjang beberapa meter itu.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Palupuh Agam, Pajero Oleng Hantam 3 Kendaraan, Satu Pengendara Luka
Suradi menjelaskan ular yang dievakuasi merupakan jenis Piton Sanca Kembang. Meski secara medis jenis ular ini dikategorikan tidak memiliki bisa, namun ukurannya yang besar tetap memberikan ancaman fisik yang serius bagi manusia maupun hewan ternak di sekitarnya.
“Ular ini memang tidak berbisa, namun lilitannya sangat kuat dan berbahaya, apalagi dilaporkan ular tersebut sudah memangsa ternak warga,” tambah Suradi.
Selama proses berlangsung, petugas memastikan tidak ada warga yang terluka dan ular dapat diamankan tanpa harus disakiti secara berlebihan.
Kini, ular piton tersebut telah dibawa ke Mako Damkar Tanahdatar untuk penanganan lebih lanjut sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Pihak Damkar juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap keberadaan hewan liar di musim-musim tertentu.
Terakhir, Suradi mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang..
“Kami meminta warga tetap tenang namun waspada. Segera lapor ke Damkar jika menemukan gangguan hewan berbahaya agar bisa ditangani secara profesional oleh personel kami,” tutupnya. (cc8)
Editor : Adriyanto Syafril