PADEK.JAWAPOS.COM--Bupati Pasaman Welly Suhery mengarahkan sorotan pada satu hal krusial: bagaimana kekuatan perantau dapat diubah menjadi energi nyata bagi pembangunan daerah.
Momentum Halalbihalal Ikatan Keluarga Kabupaten Pasaman (IKKP) Jabodetabek di Anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (26/4), dimanfaatkan untuk menegaskan agenda tersebut.
Di hadapan ratusan perantau, Bupati Welly tidak sekadar berbicara soal silaturahmi. Ia mendorong adanya pola hubungan baru yang lebih produktif antara ranah (kampung halaman) dan rantau (perantauan).
Menurutnya, selama ini potensi besar diaspora Pasaman—mulai dari jejaring bisnis hingga akses pengetahuan—belum terkelola secara maksimal.
“Perantau bukan hanya bagian dari nostalgia daerah, tetapi aset strategis yang harus dihubungkan secara konkret dengan program pembangunan,” tegasnya.
Isu sinergi ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Welly melihat perantau sebagai “jembatan hidup” yang mampu membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, hingga membawa inovasi ke Pasaman.
Acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Parulian, Anggota DPR RI Benny Utama, serta Ketua IKKP Andriko Saputra itu memperlihatkan kuatnya jejaring sosial perantau Pasaman di Jabodetabek. Namun, pemerintah daerah kini didorong untuk tidak berhenti pada seremoni tahunan.
Ketua IKKP Andriko Saputra mengakui, forum seperti ini selama ini lebih banyak berfungsi sebagai ajang silaturahmi. Ke depan, ia membuka peluang agar organisasi perantau berperan lebih strategis dalam mendukung program daerah.
Dengan pesan yang tegas, Bupati Welly menutup sambutannya: hubungan emosional saja tidak cukup. Tanpa kolaborasi yang terarah, potensi besar perantau akan terus menjadi kekuatan yang belum sepenuhnya tergarap. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril