Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Evaluasi Pembangunan Pasaman, Masuk Triwulan II 2026, OPD Diminta Kejar Target PAD

Willian. • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:10 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian dan Sekkab Yudesri memimpin rapat evaluasi pembangunan 2026 bersama jajaran OPD di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Rabu (6/5). (DOK PROKOPIM)
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian dan Sekkab Yudesri memimpin rapat evaluasi pembangunan 2026 bersama jajaran OPD di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Rabu (6/5). (DOK PROKOPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar rapat evaluasi pembangunan tahun 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Rabu (6/5) kemarin. 

Rapat yang dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Kabupaten Yudesri, serta kepala OPD ini menjadi momentum percepatan kinerja memasuki triwulan kedua tahun anggaran.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa kondisi kepala OPD yang baru dilantik pada Januari lalu turut memengaruhi belum optimalnya pelaksanaan sejumlah program. Proses adaptasi, termasuk penyusunan perangkat kerja, disebut sebagai salah satu kendala awal.

“Memasuki triwulan kedua ini, mari kita kejar ketertinggalan. Yang lebih penting, arah penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Welly.

Ia menekankan, setiap penggunaan anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi publik. Karena itu, OPD yang memiliki potensi diminta bergerak aktif, khususnya dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Potensi PAD yang belum terkelola dan teridentifikasi harus segera digarap. OPD harus memiliki semangat lebih dan melahirkan inovasi,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan menggelar pembahasan khusus bersama tim pendapatan daerah untuk menggali sumber-sumber penerimaan baru.

Selain PAD, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi sorotan. Bupati menegaskan bahwa isu tersebut tidak dapat dibebankan pada satu dinas saja, melainkan memerlukan keterlibatan lintas sektor.

Pada sektor strategis lain, seperti ketahanan pangan, OPD terkait diminta bekerja maksimal dengan menghadirkan terobosan serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat. “Jika usulan jelas, biasanya langsung dieksekusi oleh kementerian. Maka, setiap OPD harus memiliki inovasi dan keberanian untuk melobi ke pusat,” katanya.

Terkait program “Sekolah Rakyat” di bawah Dinas Sosial, Welly menyebut Kabupaten Pasaman telah masuk dalam daftar antrean. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan dan mengurus sertifikasi. “Saya bersama Wakil Bupati sudah meninjau kesiapan lahan, dan saat ini sedang dalam proses sertifikasi,” ujarnya.

Untuk pembangunan gerai KDMP, camat diminta menegaskan kepada wali nagari agar segera menyiapkan lahan yang dibutuhkan. “Semua yang dibahas hari ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh kepala OPD. Kita harus memiliki target yang jelas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Parulian menekankan percepatan program unggulan daerah, seperti “Remaja Bangkit” (wirid remaja) dan program bajak sawah gratis.

“Program unggulan harus dikejar dan dimaksimalkan. Kita juga perlu aktif mengusulkan program ke pemerintah pusat, karena dukungan pusat sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekkab Yudesri menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi agenda bersama yang akan dibahas lebih lanjut secara teknis. “OPD diminta menyiapkan bahan untuk pembahasan teknis yang akan kita lakukan,” katanya.

Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi titik percepatan pembangunan di Kabupaten Pasaman, sekaligus memperkuat sinergi antar-OPD dalam menjalankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#evaluasi pembangunan Pasaman 2026 #rapat OPD Pasaman #PAD Pasaman #triwulan II Pasaman #Welly Suhery