Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pelayanan RSUD Sungaidareh Disorot, Pasien Mengantre Berjam-jam

Zulfia Anita • Senin, 18 Mei 2026 | 08:33 WIB
Adel Wahidi saat berinteraksi langsung dengan pasien dalam inspeksi mendadak pelayanan di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya. (DOK OMBUDSMAN)
Adel Wahidi saat berinteraksi langsung dengan pasien dalam inspeksi mendadak pelayanan di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya. (DOK OMBUDSMAN)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungaidareh, Kabupaten Dharmasraya, mendapat sorotan tajam dari Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Inspeksi mendadak (sidak) yang digelar beberapa hari lalu membuat rombongan Ombudsman kecewa terhadap kualitas pelayanan publik yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

Sidak yang dipimpin langsung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, menyisir sejumlah titik krusial pelayanan rumah sakit.

Mulai dari kondisi di loket pendaftaran, kesiapan Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga antrean panjang di area poliklinik.

Didampingi Direktur RSUD Sungaidareh, dr. Fitra Neza, tim Ombudsman tidak hanya memeriksa fasilitas, tetapi juga berdialog langsung dengan pasien dan keluarga yang tengah mengantre guna menghimpun data riil di lapangan.

“Fokus kami melihat langsung pelayanan kepada masyarakat. Kami juga menghimpun masukan untuk perbaikan layanan kesehatan,” ujar Adel Wahidi di sela peninjauan.

Salah satu temuan paling mencolok dalam sidak tersebut ialah persoalan kedisiplinan tenaga medis.

Tim Ombudsman mendapati hingga pukul 10.00 masih ada dokter spesialis yang belum hadir di ruang praktik, sementara puluhan pasien telah menunggu sejak pukul 08.00.

Kondisi itu dinilai belum mencerminkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berintegritas.

Adel Wahidi menegaskan pelayanan kesehatan merupakan sektor vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia sehingga disiplin dan integritas tenaga medis menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Keterlambatan tenaga medis memberikan dampak buruk yang sistemik bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat. Ini harus menjadi evaluasi total,” tegas Adel.

Selain keterlambatan dokter spesialis, Ombudsman Sumbar juga menjaring berbagai keluhan masyarakat terkait fasilitas penunjang dan manajemen pelayanan rumah sakit.

Menanggapi pemberitaan mengenai antrean pasien yang dimuat media nasional, Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Fitra Neza, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan yang terjadi pada Rabu (13/5).

Menurut Fitra Neza, pada hari tersebut Ombudsman Republik Indonesia membuka gerai pengaduan di lingkungan rumah sakit sejak pagi hingga sore hari.

Tim Ombudsman juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah poliklinik sekitar pukul 09.30 untuk melihat kondisi pelayanan kepada masyarakat

Terkait belum hadirnya dokter spesialis anak di poliklinik, pihak rumah sakit menjelaskan dokter yang bersangkutan tengah melakukan visite pasien di ruang perawatan anak dan ruang perinatologi yang membutuhkan penanganan lebih dahulu.

Sementara itu, dokter di poli kebidanan dan kandungan (Obgyn) disebut sedang melakukan pemeriksaan pasien di IGD PONED sehingga belum dapat hadir tepat waktu di poliklinik.

“Kondisi tersebut bukan sepenuhnya karena dokter belum berada di rumah sakit, melainkan sedang melaksanakan tugas pelayanan lain yang juga bersifat prioritas terhadap pasien,” jelasnya.

Sedangkan di poli gigi, pihak rumah sakit menyebut dokter sempat meninggalkan ruangan untuk sarapan karena saat itu belum terdapat pasien yang datang untuk pemeriksaan.

“Untuk dokter di Poli Gigi kami sudah memberikan teguran karena keluar dari poliklinik tanpa izin dan menyalahi SOP pelayanan,” tegas Direktur RSUD.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ruang rawat inap rumah sakit kerap penuh sehingga sejumlah pasien harus dirawat sementara di ruang intermediate dekat IGD. (ita)

Editor : Adriyanto Syafril
#RSUD Sungaidareh #ombudsman sumbar #pelayanan kesehatan #dharmasraya