Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pulang Basamo Dongkrak Kurban di Batutaba

Safrizal Putra • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:07 WIB
Ratusan perantau yang tergabung dalam Ikbal Saiyo Sakato menghadiri acara halal bihalal dan pulang basamo di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanahdatar, Senin (25/5). (SAFRIZAL/PADEK)
Ratusan perantau yang tergabung dalam Ikbal Saiyo Sakato menghadiri acara halal bihalal dan pulang basamo di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanahdatar, Senin (25/5). (SAFRIZAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Tradisi pulang basamo yang digelar Ikatan Keluarga Batu Taba (Ikbal) Saiyo Sakato membawa dampak besar bagi masyarakat Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Sumatra Barat. Selain mempererat hubungan ranah dan rantau, kepulangan ratusan perantau juga mendongkrak jumlah hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriyah hingga mencapai 44 ekor sapi.

Kegiatan mudik bersama yang digelar tiga tahunan itu dirangkai dalam acara Halal Bihalal di kompleks MAS/MTSs Batutaba, Senin (25/5) siang.

Dewan Pembina Ikbal Saiyo Sakato, Musri Efendi, mengatakan tradisi pulang basamo merupakan agenda rutin yang bertujuan memperkuat silaturahmi antara perantau dan masyarakat kampung halaman.

“Alhamdulillah, setelah tiga tahun, tahun ini kami bisa membawa pulang anak nagari semuanya. Lebih kurang ada 600 orang perantau yang pulang menggunakan 10 unit bus, dan sisanya menggunakan mobil pribadi,” ujar Musri kepada Padang Ekspres usai kegiatan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Minggu malam dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional yang melibatkan anak nagari. Setelah halal bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan permainan tradisi KIM pada malam harinya.

Ia menambahkan, agenda berikutnya adalah pertemuan antara unsur ranah dan rantau di kantor wali nagari pada Selasa (26/5) untuk menyatukan visi pembangunan ke depan. Sementara pada Kamis mendatang akan digelar jalan santai atau napak tilas menyusuri kawasan nagari hingga area persawahan.

Ketua Panitia Pulang Basamo 2026, Yeni Mustafa, menjelaskan tema kegiatan tahun ini adalah mempererat persatuan ranah dan rantau. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui pelaksanaan kurban bersama di kampung halaman.

“Kemarin juga sudah ada pertemuan antara Bundo Kanduang ranah dan rantau. Salah satu fokus kami adalah kurban bareng di kampung halaman. Jika tahun lalu ada sekitar 40 ekor lebih sapi, tahun ini kemungkinan besar jumlahnya akan lebih dari itu,” katanya.

Lonjakan jumlah hewan kurban tersebut diakui langsung oleh Pejabat Antar Waktu (PAW) Wali Nagari Batu Taba, Destriyanto. Ia menilai perantau menjadi salah satu kekuatan utama pembangunan nagari, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun pembangunan infrastruktur.

“Kami sangat menjaga silaturahmi ini. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus terlaksana. Hubungan ranah dan rantau sangat erat, apa pun kegiatan di nagari pasti ada keterlibatan perantau,” tuturnya.

 

Destriyanto menyebut, meningkatnya jumlah perantau yang pulang menjelang Idul Adha turut membawa dampak nyata terhadap ketahanan pangan masyarakat melalui peningkatan distribusi daging kurban.

“Biasanya penyembelihan hewan kurban di nagari kami hanya sekitar 30 sampai 35 ekor. Namun sampai hari ini jumlahnya sudah mencapai 44 ekor sapi. Ini sebuah berkah rezeki yang luar biasa,” ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah daging kurban yang diterima warga tahun ini meningkat signifikan.“Jika biasanya per Kepala Keluarga hanya mendapatkan 1 hingga 1,5 kilogram daging, tahun ini insya Allah tiap KK bisa membawa pulang hingga 3 kilogram daging kurban,” katanya.

Kegiatan halal bihalal akbar tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Datar yang diwakili Staf Ahli Bupati Erizanur. Hadir pula Ketua Baznas Tanah Datar, Camat Batipuh Selatan beserta mantan camat, pihak KUA, dan jajaran Polsek setempat. (cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#sapi kurban #pulang basamo #hari raya idul adha